DKI Akan Bangun Embung di Daerah Retensi Air

Reading time: 1 menit
DKI Akan Bangun Embung di Daerah Retensi Air

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DKI 2013-2017, Pemprov DKI menjelaskan pencapaian visi dan misi perlu adanya program-program yang bersifat program unggulan.

Salah satu program unggulan yang dituangkan dalam RPJMD DKI 2013-2017 adalah antisipasi banjir, rob dan genangan air, melalui pengembangan situ, waduk dan embung.

Juga penguatan tanggul dalam konteks pembangunan Jakarta Coastal Defense Strategy (JCDS), pembuatan sumur resapan dan lubang biopori, dan pembangunan terowongan multi fungsi bawah tanah. Lalu pengembangan sistem polder, normalisasi sungai dan saluran serta pengerukan sungai dan saluran.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan daerah-daerah yang merupakan retensi air akan dibeli Pemprov DKI. Daerah tersebut akan dibuat embung sebagai tempat penampungan air dan daerah resapan air.

“Ada daerah-daerah yang merupakan retensi air, sudah kayak rawa-rawa, akan kami beli untuk dibuatkan embung. Ada beberapa titik. Nanti akan didiskusikan secara teknis. Kalau perlu akan kita konsinyasikan untuk dijadikan embung, seperti waduk,” kata Ahok di Balaikota DKI, Jakarta, Selasa (5/3).

Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI merencanakan akan membangun embung atau waduk kecil di pemukiman kumuh dan padat. Pembangunan embung sebagai upaya penataan lingkungan padat akan dibangun pada tahun ini dengan alokasi anggaran sebesar Rp75 miliar.

Embung yang direncanakan dibangun di lima wilayah, merupakan wadah untuk menampung air hujan. Di pinggiran embung akan dibangun taman dan pohon. Tidak hanya itu embung juga akan menjadi tempat rekreasi bagi warga sekitar. Luas ideal embung yang paling besar 5.000 meter persegi dan paling kecil 1.000 meter persegi. (G06)

Top