Ini Empat Fungsi Hutan yang Harus Menjadi Perhatian Semua Pihak

Reading time: 2 menit
fungsi hutan
Ilustrasi: wikimedia.org

Jakarta (Greeners) – Keberadaan hutan dan pohon di luar kawasan hutan memiliki arti penting untuk menopang kehidupan manusia dan lingkungannya. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan, setidaknya terdapat empat fungsi hutan dan pohon di luar kawasan hutan yang harus menjadi perhatian semua pihak.

Pertama, hutan bisa menjadi sumber dari energi terbarukan. Dengan teknologi yang sesuai, energi dari kayu bersifat ramah lingkungan, berkelanjutan, dan secara ekonomis menguntungkan. Kedua, hutan sebagai sumber ekonomi hijau bagi masyarakat karena kehutanan diproyeksikan memiliki peranan yang semakin penting di dalam perkembangan ekonomi pedesaan.

Ketiga, mengoptimalkan kehidupan di area perkotaan melalui kegiatan penanaman tanaman kayu di lingkungan perkotaan. Dengan semakin banyaknya pohon ditanam di perkotaan, kesejukan udara dapat meningkat sehingga menghemat energi penggunaan air conditioner (AC).

“Keempat, pemanfaatan hasil dan pengelolaan hutan yang berkelanjutan juga merupakan salah satu upaya mitigasi perubahan iklim sebagai pemenuhan target negara Indonesia dalam Nationally Determined Contribution (NDC) dan target peningkatan konsumsi energi terbarukan sebanyak 23 persen di tahun 2025,” kata Siti Nurbaya, Jakarta, Rabu (22/03).

BACA JUGA: Penurunan Hutan Dramatis Terjadi 13 Tahun Belakangan

Menanggapi Hari Hutan Internasional (HHI) 2017 yang mengangkat tema “Hutan dan Energi”, Siti Nurbaya mengatakan kalau hutan juga memiliki fungsi sebagai sumber energi pemanas, bahan bakar nabati cair, dan peneduh yang dapat mengurangi kebutuhan energi. Ia menyatakan bahwa saat ini KLHK tengah mengkaji kawasan hutan produksi yang dapat digunakan sebagai areal hutan tanaman dengan jenis tanaman yang dapat digunakan sebagai sumber energi biofuel dan biomassa. Diantaranya yaitu tanaman sengon, nyamplung, akasia, kaliandra, kemiri.

“Indonesia memiliki cukup banyak sumber energi terbarukan (renewable energy). Setidaknya terdapat delapan sumber energi terbarukan yang dapat kita manfaatkan, seperti biofuel, biomassa, panas bumi, air, angin, matahari, gelombang laut dan pasang surut. Dari sumber-sumber energi tersebut, semuanya terkait langsung dengan keberadaan hutan dan lingkungan hidup,” ujar Siti Nurbaya.

Menurut Direktur Yayasan Keanekaragaman Hayati (Kehati) MS Sembiring, hutan memiliki peran penting dalam perkembangan Indonesia di masa depan. Fungsinya sebagai sumber energi alternatif secara perlahan dapat mengurangi konsumi bahan bakar fosil. Ditambah lagi dengan potensi sumber-sumber alam lain yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat.

Sementara dari sisi ekologi, hutan berfungsi sebagai ruang terbuka hijau yang dapat mengurangi dampak bencana hidrologi dan juga menjadi bagian untuk mengurangi dampak perubahan iklim.

“Yang dibutuhkan sekarang adalah pengelolaan hutan yang tepat. Pengelolaan hutan secara berkelanjutan sebagai upaya untuk mencapai Sustainable Development Goals dan Ekonomi Hijau,” ujar MS Sembiring.

BACA JUGA: Kebakaran Hutan Ubah Pola Perilaku Orangutan Tuanan

Untuk mengelola dan menjaga keanekaragaman hayati secara berkelanjutan, ia menyatakan bahwa dibutuhkan peran generasi muda yang lebih masif agar hutan Indonesia bisa terjaga dan dimanfaatkan dengan baik dan bertanggungjawab.

Hingga 2030 nanti, jumlah anak-anak muda di Indonesia akan terus meningkat. Diperkirakan jumlah anak-anak muda produktif akan mencapai 180 juta orang. Menurut MS Sembiring, jumlah ini akan sangat bermanfaat baik secara ekonomi maupun konservasi. Upaya penyadartahuan kepada generasi muda perlu terus dilakukan sehingga pada akhirnya generasi muda akan peduli pada hutan dan lingkungan.

“Ratusan juta anak-anak muda ini memiliki potensi untuk mengelola hutan secara berkelanjutan dan mengembangkan sumber-sumber energi alternatif untuk mendukung pembangunan Indonesia,” tutupnya.

Penulis: Danny Kosasih

Top