Gelar Salat Gaib, Mahasiswa Pasuruan Dukung Perjuangan Petani Kendeng

Reading time: 1 menit
petani kendeng
Puluhan mahasiswa Pasuruan, Jawa Timur, menggelar aksi mendukung perjuangan para petani Kendeng di Alun-alun Kota Pasuruan pada Jumat (24/03). Foto: greeners.co/MuhajirArifin

Pasuruan (Greeners) – Solidaritas dan dukungan untuk perjuangan petani di kawasan Pegunungan Kendeng, Jawa Tengah, yang menolak pengoperasian pabrik semen PT Semen Indonesia di wilayah tersebut terus mengalir. Puluhan mahasiswa Pasuruan, Jawa Timur, menggelar aksi mendukung perjuangan para petani Kendeng.

Aksi ini digelar di sekitar Alun-alun Kota Pasuruan pada Jumat (24/03). Dalam aksi tersebut, mahasiswa juga menunjukkan belasungkawa untuk Patmi (48), salah satu petani Kendeng yang meninggal dunia pada Selasa lalu usai melakukan aksi mengecor kaki di depan Istana Negara.

BACA JUGA: Masa Berkabung, Aktivis dan Mahasiswa Gantikan Aksi Petani Kendeng

Mahasiswa menggelar salat gaib dan membaca tahlil di jalanan ditujukan untuk Patmi. Doa bersama juga digelar untuk kekuatan para pejuang Kendeng yang terus melakukan aksi menyemen kaki di depan Istana Negara tersebut.

Mahasiswa dari sejumlah elemen ini datang dengan berbagai poster tuntutan agar pemerintah melindungi para petani dan ucapan belasungkawa untuk Patmi. Mereka menggelar orasi secara bergantian hingga hari menjelang senja.

“Kami mahasiswa Pasuruan turut berduka cita atas meninggalnya Ibu Patmi, pejuang dari Kendeng. Perjuangan Bu Patmi harus terus diteruskan,” seru Heri Sutiro, mahasiswa dari PMII Pasuruan dalam orasinya.

BACA JUGA: Ganjar Pranowo Cabut Izin Lingkungan PT Semen Indonesia di Rembang

Orasi bergantian tersebut juga diiringi aksi teatrikal kejamnya perusahaan dan negara pada petani dan rakyat kecil, bercocok tanam padi di aspal hingga menyemen kaki. “Kami mendukung penolakan adanya pabrik semen di daerah Kendeng karena akan menyebabkan kerusakan lingkungan,” seru Umrotul Khoirunnisa, peserta aksi lainnya.

Usai orasi, mahasiswa menggelar salat gaib dan membaca tahlil untuk Patmi. Aksi tersebut dilakukan di jalan raya dengan damai. Dalam aksi tersebut, mahasiswa juga menyampaikan berbagai tuntutan antara lain agar pemerintah segera menuntaskan kasus-kasus HAM serta lebih peka pada isu-isu kemanusian dan nasib rakyat dalam pengambilan kebijakan.

Penulis: MA/G12

Top