Hari Mangrove Sedunia, Pemerintah Targetkan Rehabilitasi Ekosistem Mangrove

Reading time: 2 menit
Ekosistem Mangrove
Ekosistem Mangrove. Foto: Kementerian Kelautan dan Perikanan

Jakarta (Greeners) – Hari Mangrove Sedunia yang jatuh pada hari ini menjadi momentum bagi pemerintah untuk merehabilitasi ekosistem mangrove. Kementerian Kelautan dan Perikanan berencana menargetkan penanaman pohon bakau di lahan seluas 200 hektare di 12 lokasi di seluruh Indonesia.

“Karena anggaran terpotong untuk alokasi Covid-19, rehabilitasi baru dijalankan saat ini dan sedang proses,” ujar Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (PRL) KKP Aryo Hanggono ketika dihubungi Greeners, Minggu, (26/07/2020).

Baca juga: Privatisasi Air Mendorong Kerusakan Lingkungan

Aryo menyebutkan lokasi rehabilitasi berada di Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Belitung, Kabupaten Pasaman Barat dan Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Kabupaten Lampung Timur, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Rembang, Kabupaten Sampang, Kabupaten Probolinggo, dan Kabupaten Lamongan, Kabupaten Menpawah, Provinsi Kalimantan Barat dan Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.

”Salah satu lokasi prioritas terdapat di Lampung Timur dengan rencana penanaman seluas 40 hektare, yaitu Desa Margasari dan Desa Sriminosari,” ujar Aryo.

Rehabilitasi di lokasi tersebut, kata dia, bertujuan untuk menangkal abrasi dan meningkatkan ekosistem laut. Ia menuturkan, lokasi yang menjadi target perbaikan juga diharapkan dapat menjadi daerah ekowisata. “Dapat memberikan mata pencaharian alternatif bagi masyarakat pesisir di Kabupaten Lampung Timur,” ucapnya.

Ekosistem Mangrove

Ekosistem Mangrove. Foto: Kementerian Kelautan dan Perikanan

Ia mengatakan hingga empat tahun mendatang, KKP berencana menanam mangrove di lahan seluas 1.800 hektare. Selain itu, pemerintah juga berupaya membangun fasilitas pemantauan mangrove (tracking mangrove) dan pusat restorasi pembelajaran ekosistem pesisir. “Akan dibangun di sepuluh Kabupaten/Kota pada tahun 2021,” kata dia.

Sementara Direktur Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil, KKP Muhammad Yusuf menuturkan bahwa hutan mangrove adalah penyimpan cadangan karbon biru yang melimpah. Selain itu ekosistem mangrove juga memiliki fungsi utama sebagai sistem penyangga pantai dari abrasi akibat gelombang maupun naiknya permukaan air laut.

Baca juga: Kebijakan KKP Dinilai Belum Berpihak pada Nelayan Perempuan

Di Indonesia luasnya mencapai 23 persen dari mangrove dunia. Saat ini luas mangrove di Indonesia mencapai 3,49 juta hektare, tetapi 52 persen di antaranya atau sekitar 1,82 juta hektare dalam kondisi rusak. “Mangrove memegang peranan penting sebagai pengendali karbon dunia selain pengendali ekosistem laut,” ujar Yusuf.

Yusuf juga mengajak masyarakat untuk menjaga ekosistem bakau dari perusakan, memanfaatkannya dengan cara yang bijak, dan tetap menjaga kelestariannya karena ekosistem mangrove sangat rentan serta terbatas.

Penulis: Dewi Purningsih

Top