Hello Nature 2015 Mengembalikan Interaksi dalam Keluarga

Reading time: 3 menit
Kegiatan bersama Eduarga. Foto: greeners.co

Jakarta (Greeners) – Perhelatan Hello Nature 2015 yang berlangsung pada tanggal 13-15 November 2015 kemarin dinilai cukup menarik minat pengunjung. Assyifa (35), ibu dari seorang putra yang turut berpartisipasi dalam permainan yang diadakan oleh Eduarga di Hall Piazza, Gandaria City mengaku tertarik untuk datang ke acara ini. Menurutnya, Hello Nature 2015 telah memberikan ruang dan waktu bagi dirinya beserta anak-anaknya untuk berinteraksi melalui sebuah permainan.

“Kita yang biasanya sibuk dengan gawai masing-masing, di sini tuh seakan kita malah enggak punya gawai. Karena fokus kita sudah terfokus memerhatikan anak-anak kita bermain dan secara enggak langsung kita jadi ikut terlibat,” tuturnya kepada Greeners saat tengah bermain bersama dengan keluarga lainnya di lokasi penyelenggaraan Hello Nature 2015 di Gandaria City, Jakarta, Minggu (15/11).

Eduarga adalah salah satu permainan yang dihadirkan dalam pelaksanaan Hello Nature 2015. Permainan ini, dikatakan oleh Baldwin Husin selaku founder dari Eduarga, adalah jenis permainan kelompok yang sengaja dibuat untuk mengembalikan aktivitas dan interaksi di dalam sebuah keluarga.

“Eduarga ini mencoba memberikan sebuah permainan edukatif bagi keluarga untuk mengembalikan peran dari setiap anggota keluarga, khususnya dalam hal berkomunikasi dan berinteraksi. Saat ini kan banyak keluarga yang sebenarnya duduk satu meja tapi terlihat sibuk masing-masing dengan gawainya. Dengan permainan ini, kita ingin mencoba mengembalikan suasana kehangatan bersama keluarga tersebut,” terang Baldwin pada kesempatan yang sama.

Mengenai acara Hello Nature 2015 sendiri, Baldwin mengaku cukup anstusias untuk terlibat karena menurutnya acara ini bisa memperkenalkan kembali jenis-jenis satwa dan tumbuhan yang ada di sekitar kita dengan cara yang unik dan tidak biasa. Sehingga, anak-anak mampu belajar dan bermain dalam saat yang bersamaan.

Pony ride. Foto: greeners.co

Pony ride. Foto: greeners.co

Selain Eduarga, pengunjung yang mayoritas terdiri dari anak-anak dan orang tua juga bisa mengikuti kegiatan Kutakatik. Dalam kegiatan ini pengunjung diajak untuk belajar memanfaatkan barang yang tidak terpakai menjadi sebuah mainan unik dan lucu dengan ciri khas si pembuatnya masing-masing.

Adapula arena pony ride untuk pengunjung yang ingin merasakan menunggangi kuda poni. Selain itu ada pula area petting zoo yang memberikan kesempatan pada pengunjung untuk memberi makan hewan-hewan domestik seperti ayam, sapi, kambing dan lainnya.

Tidak lupa jajaran pameran dari berbagai komunitas lingkungan pun turut meramaikan acara ini. Diantaranya ada komunitas Bekasi Berkebun yang memberikan pengunjung kesempatan untuk mempelajari bagaimana melakukan aktivitas berkebun di wilayah perkotaan. Selain itu, ada pula komunitas Bike2 Work Indonesia, komunitas Sapu Gunung, Biodiversity Warrior, dan banyak lainnya.

Syaiful Rochman selaku Penanggung Jawab Hello Nature 2015 menyatakan sebagai sebuah gelaran perdana, Hello Nature 2015 mendapat respon yang cukup besar dari kalangan masyarakat.

“Secara keseluruhan acara berjalan dengan lancar di Hello Nature 2015. Banyak keluarga yang tertarik mengajak anak-anaknya mengenal satwa secara langsung. Ini menandakan banyak keluarga di Jakarta masih menganggap berinteraksi dengan hidupan liar terutama satwa sangat penting bagi perkembangan anak-anaknya,” pungkasnya.

Sebagai informasi, dalam rangka memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) 2015, Greeners.co bersama dengan Fakultas Biologi Universitas Nasional yang didukung oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengadakan kegiatan bertajuk “Hello Nature 2015”. Acara ini diselenggarakan di Mall Gandaria City, Jakarta, pada tanggal 13-15 November 2015.

Dalam acara ini ada banyak kegiatan menarik, seperti berinteraksi dan memberi makan satwa, seminar ilmiah, komunitas-komunitas peduli lingkungan dan fun activity lainnya guna kembali mengenalkan dan mendekatkan masyarakat kepada alam dan keanekaragaman hayati yang ada di lingkungan sekitar.

Penulis: Danny Kosasih

Top
You cannot copy content of this page