Indonesia Ajak Dunia Perhatikan Peran Laut Dalam Mitigasi Perubahan Iklim

Reading time: 1 menit
laut
Foto: pixabay.com

Jakarta (Greeners) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan adanya kebutuhan mendesak untuk mengatasi risiko perubahan iklim seperti banjir, kenaikan permukaan laut, dan pengasaman laut bagi negara kepulauan dan pulau-pulau kecil negara berkembang (Small Island Developing States/SIDS). Untuk itu, diperlukan respon kolektif akan dampak negatif perubahan iklim.

Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan dan Utusan Khusus Perubahan Iklim Achmad Poernomo, dalam sambutannya pada acara Membangun Ketangguhan untuk Adaptasi Perubahan Iklim bagi Negara Kepulauan dan Negara Kepulauan Kecil Berkembang (Building Resilience for Climate Change Adaptation in Archipelagic and Small Island Developing States) mengatakan bahwa Perjanjian Paris telah mengakui pentingnya laut dalam Pembukaan dan bagian Integrasi Ekosistem.

“Untuk itu, atas nama menteri, kami menyatakan peran laut dalam mengendalikan iklim serta mengatasi dampak perubahan iklim global sangat penting,” katanya seperti dikutip dari keterangan resmi yang diterima Greeners, Selasa (15/11).

BACA JUGA: Kupang Jadi Kota Percontohan Kerentanan Perubahan Iklim Wilayah Pesisir

Selain itu, ia juga menyoroti komitmen Indonesia dalam pengelolaan ekosistem pesisir dan laut serta daratan dengan menerapkan pendekatan pengelolaan sumber daya alam dan meningkatkan ketangguhan iklim dengan melindungi dan memulihkan peran penting ekosistem terestrial, pesisir dan laut.

Achmad mengajak para delegasi di Konferensi Para Pihak Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-bangsa untuk Konvensi Perubahan Iklim (COP UNFCCC) ke-22 yang tengah berlangsung di Maroko untuk menyatukan langkah dan kekuatan dalam menghadapi pilihan sulit terhadap masa depan bangsa dan mempertahankan mata pencaharian di negara kepulauan dan SIDS.

BACA JUGA: Pemanasan Laut Tingkatkan Intensitas Topan

Sementara itu, Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Energi Maladewa Abdullahi Majeed bersama Duta Besar untuk Perubahan Iklim dan SIDS Republik Seychelles Ronald Jumeau menyampaikan penghargaan atas kepemimpinan Indonesia pada pembahasan masalah di lautan dalam proses negosiasi perubahan iklim.

“Indonesia selalu dianggap “big brother” dalam isu kelautan, khususnya setelah membawa hasil World Ocean Conference (WOC) yang digelar di Manado tahun 2009,” katanya.

Penulis: Danny Kosasih

Top