Indonesia Jadi Negara Pertama yang Mengoperasikan Global Fishing Watch

Reading time: 2 menit
global fishing watch
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (kedua dari kiri) saat menghadiri Our Ocean Conference (OOC) 2016 di Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (15/09). Foto: dok. KKP

Jakarta (Greeners) – Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang memberikan komitmen untuk berbagi data Sistem Pemantauan Kapal (Vessel Monitoring System/VMS) ke publik dalam kebijakan Global Fishing Watch. Kebijakan ini hasil kolaborasi antara Google, Oceana dan SkyTruth sebagai bentuk transparasi data yang dilakukan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Transparansi data melalui produk perangkat online berbasis informasi dan teknologi ini dilakukan sebagai bagian dari upaya kerjasama pemerintah Indonesia dengan Google dan Skytruth dalam memberantas penangkapan ikan secara ilegal di tingkat global.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyatakan, Global Fishing Watch yang baru saja diluncurkan di Amerika Serikat dapat memperkuat transparansi data melalui produk online berbasis informasi dan teknologi secara global.

“Saya berharap negara-negara lain bisa memanfaatkan Global Fishing Watch dengan positif, karena penggunaan GFC ini bukan hanya soal monitoring,” kata Susi seperti dikutip dari keterangan resmi yang diterima oleh Greeners, Jakarta, Sabtu (17/09).

BACA JUGA: Tingkatkan Investasi Sektor Kelautan, KKP Jalin Kerjasama Dengan Negara Lain

Menurut Susi, data yang digunakan juga sebagai timbal balik untuk pemerintah dan reformasi kebijakan yang lebih baik sehingga dirinya juga mendorong setiap negara untuk terlibat dalam inovasi tersebut.

Adapun kebijakan Global Fishing Watch yang digunakan untuk kepentingan pengawasan KKP adalah data real time. Sementara untuk masukan data VMS di internal KKP akan disegerakan dengan hasil yang lengkap mencakup data VMS di 11 WPP (Wilayah Pengelolaan Perikanan).

Sebagai informasi, Global Fishing Watch merupakan konsorsium yang terdiri dari Google Earth Outreach, Sky Truth, dan Oceana yang menyediakan perangkat visualisasi aktivitas pergerakan kapal global berbasis Sistem Identifikasi Otomatis (AIS). Dengan menggabungkan data VMS dan AIS maka visualiasi pergerakan kapal penangkapan ikan di Indonesia bisa dilihat di Google Earth dan Google Maps.

BACA JUGA: Percepat Poros Maritim, KKP Genjot Pembangunan SKPT di 15 Lokasi

AIS dirancang sebagai kebijakan keamanan bagi kapal agar terhindar dari tabrakan di laut. Sistem itu menampilkan secara cukup akurat antara lain identitas kapal, lokasi, kecepatan, hingga arah tujuan kapal.

VMS selama ini menjadi sistem pemantauan yang diwajibkan pemerintah kepada perusahaan penangkapan ikan komersial. Dalam sistem Global Fishing Watch, data-data VMS terhubung secara komputasi awan (cloud computation).

Global Fishing Watch resmi diluncurkan secara global pada Kamis (15/9) waktu setempat di sela penyelenggaraan forum Our Ocean Conference (OOC) 2016 di Washington DC, Amerika Serikat.

Penulis: Danny Kosasih

Top