Inisiatif Pengelolaan Sampah Perusahaan Swasta Terhadap Produk Kemasan

Reading time: 3 menit
Inisiatif Pengelolaan Sampah Perusahaan Swasta Terhadap Produk Kemasan. Foto: Tetra Pak Indonesia
Inisiatif Pengelolaan Sampah Perusahaan Swasta Terhadap Produk Kemasan. Foto: Tetra Pak Indonesia

Jakarta (Greeners) – Sebagai perusahaan swasta yang memiliki niat bertanggung jawab atas produk kemasan yang dihasilkan, Tetra Pak Indonesia, perusahaan pemrosesan dan pengemasan makanan dan minuman, mengumumkan komitmennya untuk menerapkan prinsip circular economy melalui peta jalan untuk meningkatkan daur ulang kemasan karton bekas minuman hingga 24% pada tahun 2020.

Komitmen tersebut pun diapresiasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di mana sebagai produsen minuman, Tetra Pak Indonesia sebagai perusahaan pemrosesan dan pengemasan makanan dan minuman telah melakukan daur ulang produknya di tahun 2018 mencapai 10.338 ton.

Direktorat Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3 KLHK, melalui Novrizal Tahar Direktur Pengelolaan Sampah mengatakan apa yang dilakukan oleh Tetra Pak Indonesia ini patut untuk diapresiasi di mana sebuah perusahaan kemasan air minum sudah bisa mendaur ulang sampahnya sendiri kurang lebih sebesar 10 ribu ton, apalagi mempunyai peta jalan yang cukup jelas.

BACA JUGA : Presiden Jokowi Tegaskan Pengawasan Ketat Terhadap Impor Sampah Ke Indonesia

“Sesuai dengan perencanaan regulasi EPR (Extended Producer Responsibility) yang sebentar lagi akan selesai, di mana kemasan dari para perusahaan swasta ini mudah untuk di daur ulang atau terurai di TPA dengan sempurna. Apa yang dilakukan Tetra Pak ini kita apresiasi. Diharapkan perusahaan lainnya juga bisa menerapkan daur ulang kemasannya dengan baik” ujar Novrizal Tahar kepada Greeners, Senin (02/09/2019).

Sementara itu, Reza Adreanto, Environment Manager of Tetra Pak Indonesia mengatakan dari hampir 50 ribu ton kemasan karton bekas minuman yang ada di masyarakat setiap tahunnya, Tetra Pak berhasil mendaur ulang sebanyak 10.338 itu di tahun 2018, dan tentunya jumlah ini akan terus ditingkatkan sejalan dengan target peta jalan.

Kiri ke Kanan : Reza Andreanto (Tetra Pak Indonesia), Yanto (Leo Graha), Mignonne M. Akiyama (Daur Esia). Foto : Tetra Pak Indonesia

Kiri ke Kanan : Reza Andreanto (Tetra Pak Indonesia), Yanto (Leo Graha), Mignonne M. Akiyama (Daur Esia). Foto : Tetra Pak Indonesia

“Misalnya, pada 2019 ini saja kami berharap peningkatan daur ulang mencapai 22,5% dan pada tahun 2020 kita mencanangkan target tingkat daur ulang sebesar 24% dan lebih dari 13.000 ton kemasan karton bekas yang akan terdaur ulang.” ujar Reza saat diskusi media di Greenhouse Cowork.

Reza mengatakan kesuksesan Tetra Pak dalam meningkatkan kapasitas daur ulang tidak terlepas dari kolaborasi jangka panjang dengan para mitra seperti pengumpul sampah, pendaur ulang, pelanggan, masyarakat, pemerintah, komunitas, bank sampah, dan pemangku kepentingan lainnya. Jadi, tidak hanya mengurangi dampak terhadap lingkungan, komitmen ini juga memberikan nilai ekonomis bagi para mitra usaha daur ulang.

“Untuk produk hasil daur ulang dari karton kemasan bekas minuman ini bisa dijadikan kertas diproduksi oleh Daur Esia dan atap gelombang yang diproduksi oleh Leo Graha. Untuk inovasi lainnya, kemasan karton bekas minuman ini bisa masuk ke industri plastik yang bahan dasarnya yakni polimer aluminium. Bisa dijadikan ember, gayung, dan pot. Artinya sifatnya yang dihancurkan,dicairkan, dibekukan, dan dicetak,” jelasnya.

BACA JUGA : Tanggapi Aksi Ecoton, Kedubes Amerika Sesali Pengiriman Sampah Ilegal

Reza mengatakan jika melihat jumlah tingkatan daur ulang yang dicapai oleh Tetra Pak ini masih kecil, jika dibandingkan negara-negara Eropa yang memiliki tingkat daur ulang mencapai di atas 45%, Amerika 25-30%.

Mendukung target peningkatan proses daur ulang ini, Mignonne N.B. Maramis selaku mitra produksi Daur Esia menyampaikan jika Daur Esia juga menerapkan gaya hidup hijau melalui kreativitas, serta menyampaikan kepedulian lingkungan kepada masyarakat.

“Kolaborasi dengan Tetra Pak sejalan dengan misi kami di Daur Esia dalam menanamkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Serat kertas berkualitas baik dari hasil daur ulang kemasan Tetra Pak, kami olah menjadi berbagai karya kreatif berwawasan lingkungan yang memberikan nilai tambah bagi kami selaku pelaku bisnis,” pungkas Mignonne.

Penulis: Dewi Purningsih

Top
You cannot copy content of this page