Jeli Pilih Pemimpin Peduli Iklim di Pemilu 2024

Reading time: 2 menit
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam Net Zero Summit 2023. Ia tekankan gaya hidup hemat karbon. Foto: Greeners/Dini Jembar Wardani

Jakarta (Greeners) – Pemilu serentak tahun 2024 tersisa 233 hari lagi. Pemilih muda dengan rentang usia 17-40 tahun mendominasi hampir 60 % atau sekitar 110 juta dari total pemilih. Aktivis lingkungan tekankan kaum muda cerdas memilih calon pemimipin yang peduli lingkungan dan krisis iklim.

Indonesia memiliki target mencapai net zero emission pada tahun 2060. Oleh karena itu, para pemimpin masa depan harus punya tekad merancang program mitigasi perubahan iklim.

Direktur Eksekutif Nasional Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Zenzi Suhadi mengatakan, dengan terpilihnya pemimpin baru saat pemilu nanti merupakan sebuah keputusan yang berdampak jangka panjang.

“Dalam memilih pemimpin sudah semestinya melihat track record hingga keputusannya. Sebab, pemimpin ini adalah keputusan yang akan menentukan masa depan Indonesia,” kata Zenzi di Indonesia Net Zero Summit 2023, di Jakarta, Sabtu (24/6).

Ia juga menekankan agar publik mulai melihat isu-isu yang sedang para calon pemimpin bahas. Hal tersebut bisa menjadi penilaian untuk memilih pemimpin.

Less Mobility More Productivity

Selain harus bijak dalam memilih pemimpin 2024, anak muda perlu perhatikan gaya hidupnya. Sebagian besar generasi muda akan merasakan dampak paling parah jika perubahan iklim tidak segera diatasi.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil yang hadir dalam Net Zero Summit 2023 menyerukan slogan “less mobility more productivity” atau kurangi mobilitas tingkatkan produktivitas. Ia yakin ini bisa menjadi kunci konsistensi Indonesia dalam mengatasi perubahan iklim.

“Konsep ini yaitu yang awalnya gaya hidup boros karbon menjadi hemat karbon. Para pemuda juga harus peduli politik jangan sampai salah memilih pemimpin,” ucap Kang Emil sapaan akrabnya.

Dalam mendukung upaya tersebut, Ridwan Kamil meluncurkan Mekanisme Kerja Dinamis (MKD). Ia meminta agar Jawa Barat bersiap menghadapi penerapan work from home (WFH). Menurutnya, hal ini merupakan salah satu upaya untuk mengurangi jejak emisi karbon.

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (kiri), Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (tengah) dan Dino Patti Djalal (kanan) berdialog di Net Zero Summit 2023. Foto: Greeners/Dini Jembar Wardani

Tentukan Pemimpin di Pemilu 2024

Net Zero Summit 2023 yang digagas Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino Patti Djalal dihadiri banyak aktivis lingkungan dan organisasi masyarakat. Sejumlah tokoh juga turut hadir, salah satunya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Airlangga menyebut, di tahun 2024 ada pemilu ini menentukan pemimpin dan visi Indonesia ke depan menuju 100 tahun kemerdekaan Indonesia. Ada yang namanya bonus demografi hanya terjadi selama 13 tahun. Sebuah bangsa hanya bisa mendapatkan bonus demografi satu kali. Mahasiswa dan pemuda menjadi bagian dari bonus demografi itu.

“Indonesia akan berhenti bonus demografinya pada tahun 2038. Artinya usia di bawah 17 tahun dan di atas 60 tahun lebih rendah dari usia produktif,” kata Airlangga.

Ke depan sumber daya manusia lanjutnya harus sehat, berpendidikan dan punya inovasi. “Kita harus menguasi blue economy dan mendorong green economy,” ungkapnya.

Harapan yang sama juga Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) lontarkan di Net Zero Summit 2023.

Ia mengatakan, generasi muda punya harapan, peluang tapi ada juga tantangannya. “Mari kita selalu bersinergi, rukun dan bersatu. Ekonomi kita harus semakin kuat,” ucapnya.

AHY juga mengajak kaum muda mencegah dampak pemanasan global. “Kita harus bersatu menghadapi tantangan yang ada,” tandasnya.

Penulis : Dini Jembar Wardani

Editor : Ari Rikin

Top