Kasus Leuwigajah Beri Pelajaran Berharga Mengenai Sampah

Reading time: 2 menit
Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Jakarta (Greeners) – Belajar dari kasus longsornya gunung sampah di Tempat Pembuangan sampah Akhir (TPA) Leuwigajah, Bandung, tahun 2005 lalu, Kementrian Lingkungan Hidup mulai fokus menghadapi masalah kebersihan di kota-kota besar di Indonesia.

Deputi Bidang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun, Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun dan Sampah, Rasio Rido Sani mengatakan, bahwa masalah sampah memang merupakan permasalahan yang cukup sulit untuk dihadapi. Terlebih lagi, jumlah sampah domestik terus meningkat setiap tahun.

“Pengelolaan sampah ini menjadi fokus yang sangat penting setelah kasus di Leuwigajah 2005 lalu,” terang pria yang akrab disapa Roy. Ia ditemui usai menjadi pembicara pada acara Media Briefing Kementrian Lingkungan Hidup di Hotel Best Western The Hive, Cawang, Jakarta, Rabu (27/08).

Roy menjelaskan, bahwa setiap kepala daerah juga harus mampu mengolah sampah agar TPA di kotanya tersebut tidak menggunung. Munculnya gerakan-gerakan sosial peduli lingkungan serta program bank sampah di beberapa daerah juga bisa menjadi contoh baik dalam mengatasi permasalahan sampah.

Foto: greeners.co/Danny Kosasih

(kiri-kanan) Rasio Ridho Sani dan Sudirman. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Senada dengan Roy, Asisten Deputi Bidang Pengelolaan Sampah, Sudirman mengatakan, Kementrian Pekerjaan Umum (PU) juga seharusnya berkonsultasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk pembangunan TPA.

“Kan kita yang tahu lokasi mana yang cocok untuk dibangun TPA,” tambahnya.

Sebagai informasi, pada 21 Februari 2005 lalu, tumpukan sampah di tempat pembuangan sampah akhir (TPA) Leuwigajah longsor. Akibatnya, sampah tersebut mengubur 143 orang hingga tewas dan menghancurkan 137 rumah di Desa Batujajar Timur, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung dan dua rumah di Desa Leuwigajah, Cimahi, Provinsi Jawa Barat.

Longsoran sampah dengan ketinggian mencapai 30 meter itu juga mengubur kebun dan lahan pertanian milik warga Kampung Pojok, Cimahi Selatan seluas 8,4 hektare.

Bencana alam berupa longsoran sampah TPA dengan kemiringan tebing 15-45 derajat serta diapit Gunung Pasir Panji dan Gunung Kunci ini merupakan rekor tertinggi di Indonesia dan rekor kedua terbesar di dunia.

(G09)

Top
You cannot copy content of this page