Lahan Konservasi di Indonesia Masih Kecil

Reading time: < 1 menit
Meskipun dikenal sebagai negara dengan tingkat keanekaragaman hayati yang besar ternyata lahan konservasi di Indonesia masih kecil. Hal ini diutarakan oleh Menteri Kehutanan, Zukifli Hasan...

(Greenersmagz) Meskipun dikenal sebagai negara dengan tingkat keanekaragaman hayati yang besar ternyata lahan konservasi di Indonesia masih kecil. Hal ini diutarakan oleh Menteri Kehutanan, Zukifli Hasan, dalam sambutan Hari Konservasi Nasional yang jatuh pada hari ini (10/8).

“Bagi para pembuat kebijakan, pusat atau daerah, agar tidak merubah fungsi kawasan konservasi yang saat ini kuantitasnya masih relatif kecil, yaitu 14,15 % dari total daratan di Indonesia,” paparnya.

Keberadaan lahan konservasi tentu menjadi lahan untuk mengembangkan dan melestarikan kembali fungsi lahan, serta jenis-jenis keanekaragaman hayati di Indonesia yang hampir punah. Zulkifli menginginkan instruksi presiden bahwa pada tahun 2020 penuruanan emisi Indonesia sebesar 26 %, dengan 14 % dari sektor kehutanan.

Namun, beberapa lahan konservasi yang sudah ada pun ternyata masih saja dilanggar keberadaannya. Diluar masih ada lahan konservasi yang dialihkan fungsinya, seperti di Lampung, dimana Jalur Lintas Barat Sumatera membelah Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS). Akibatnya sering terjadi singgungan antara manusia dan hewan di lahan konservasi.

Zulkifli mengaku sering mendapat laporan banyak sumber daya alam hayati di Indonesia yang sudah mendekati kepunahan serta ekosistem yang rusak, “Saya betul-betul prihatin mendengarnya, oleh karena itu saya minta jajaran kehutanan di Indonesia benar-benar memerhatikan pengelolaan sumber daya dengan prinsip kehati-hatian agar dapat dimanfaatkan secara lestari,” ujarnya.

Menteri Kehutanan Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II ini pun menekankan pada pelaku usaha dan pemangku kawasan menerapkan sistem pemanfaatan berkelanjutan dengan menekankan perhatian pada ambang batas kegiatan suatu kawasan.***

Top