Langka, Seekor Bayi Singa Putih Jantan Lahir di Pasuruan

Reading time: 2 menit
singa putih
Seorang petugas Taman Safari Prigen menggoda bayi singa putih yang diberi nama Adovo. Singa putih bukan merupakan satwa albino dan tergolong satwa langka. Foto: Humas Taman Safari Prigen

Pasuruan (Greeners) – Sepasang indukan singa putih koleksi Taman Safari Prigen, Pasuruan, Jawa Timur, berhasil melahirkan bayi singa jantan. Keberhasilan kelahiran singa putih ini disambut dengan suka cita karena memberikan sumbangsih pelestarian satwa nokturnal tersebut yang populasinya terus berkurang bahkan hampir punah.

Bayi singa putih ini lahir pada 27 Juli 2018 dari pasangan indukan Meng Meng dan Kaka yang sama-sama berusia empat tahun. Meng Meng dan Kaka didatangkan dari Cina bersama pasangan indukan lain pada Maret 2018.

Bayi singa lucu tersebut diberi nama Adovo. Saat ini bayi singa putih masih dalam perawatan induknya, Meng Meng. Sejumlah keeper, paramedis dan dokter hewan juga terus melakukan pengawasan.

“Masih dalam pengawasan intensif. Adovo menyusu pada induknya. Proses ini akan berlangsung sampai usianya satu tahun,” kata keeper singa putih Taman Safari Prigen, Ponasri, Rabu (22/08/2018).

BACA JUGA: Flash, Bayi Harimau Benggala Putih Lahir di Maharani Zoo Lamongan 

Ponasri mengungkapkan sebenarnya Taman Safari Prigen mendatangkan empat ekor singa putih atau dua pasang indukan dari Cina. Namun pasangan Meng Meng dan Kaka lebih cocok sehingga bisa berkembang biak.

“Ada empat ekor indukan didatangkan dari Cina, Maret lalu. Rupanya Meng Meng dan Kaka yang cocok. Dengan adanya Adovo, kami punya lima ekor singa putih,” terangnya.

singa putih

Adovo, bayi singa putih yang lahir dari indukan yang didatangkan dari Cina. Foto: Humas Taman Safari Prigen

General Manager Taman Safari Prigen, Diaz Yoenadi, mengatakan kelahiran bayi singa jantan ini merupakan kelahiran asli Taman Safari Prigen dan menjadi tolak ukur keberhasilan pembiakan di lembaga konservasi tersebut. “Kelahiran Adovo juga sangat membanggakan karena bisa turut melestarikan satwa yang hampir punah,” ungkap Diaz.

Populasi dari singa putih ini sendiri kurang lebih 100 ekor di penangkaran dan kurang dari 13 ekor di habitat aslinya. “Ini merupakan suatu kebanggaan bagi kami sebagai lembaga konservasi untuk melestarikan satwa ini,” tandasnya.

BACA JUGA: KSDAE Pastikan Satwa Komodo Tidak Akan Terganggu Akibat Wisata Alam 

Singa putih merupakan satwa nokturnal atau aktif di malam hari dan hidupnya berkelompok di alam bebas. Dalam sekawanan singa terdapat satu pemimpin yaitu singa yang berjenis kelamin jantan serta memiliki daerah teritorial.

Singa putih merupakan sebuah hasil dari mutasi langka yang terjadi pada singa (Panthera leo) yang ditemukan di beberapa konservasi alam liar di Afrika Selatan dan di kebun binatang-kebun binatang di seluruh dunia. Singa putih bukan albino. Warna putih yang mereka miliki justru karena gen resesif yang mereka miliki yang menghambat perkembangan gen warna.

Singa jantan dewasa biasanya memiliki berat 189 kg – 272 kg sedangkan betina beratnya rata-rata 126 kg. Jantan tinginya 1,2 meter sedangkan betina 1,1 meter. Rata-rata pejantan mengalami dewasa kelamin pada umur 4-5 tahun, sedangkan betina berusia 3-4 tahun. Masa kebuntingan singa kurang lebih 105 – 115 hari atau 3,5 bulan.

Penulis: MA/G12

Top
You cannot copy content of this page