Tanggul Sungai Pase Kian Meluas Terkikis Erosi

Reading time: 2 menit

Aceh (Greenersmagz) – Ratusan meter tanggul di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) sungai Pase dalam Kecamatan Samudera Kabupatan Aceh Utara, Aceh telah ambruk akibat erosi (pengkisan). Kondisi ini semakin parah terjadi dalam tiga bulan terakhir.

Warga yang tergabung dalam forum masyarakat sepuluh gampong (Formasgam) telah menyampaikan persoalan itu kepada DPRK Aceh Utara dan juga pemkab berulangkali, tapi belum ada tanda-tanda akan diperbaiki tanggul tersebut.

Kelompok desa dalam Formasgam adalah Desa Kitou, Tanjong Mesjid, Paya Terbang, Tanjong Awe, Tanjong Reungkam, Tanjong Hagu, Madan, Tanjong Baroh, Desa Baro, dan Desa Tanjong Kleng.

“Kondisi ini menyebabkan warga di 10 desa di kawasan semakin resah, karena jika air meluap, rumah mereka akan sasaran terjangan banjir seperti yang pernah terjadi tahun 2011,”kata Juru bicara formasgam Muntasir, Rabu (12/9).

Disebutkan, kondisi terparah erosi terjadi di Desa Kitou, 250 meter lebih tanggul sungai yang sudah ambruk. Lalu di Desa Tanjong Reungkam hampir 200 meter tanggul sungai ambruk, kemudian di Desa Tanjong Awe sepanjang 150 meter, dan di Desa Tanjong Mesjid sekitar 100 meter.

“Tahun lalu bukan hanya rumah warga rusak akibat banjir, tapi ratusan hektare areal sawah yang sudah ditanami padi dalam kecamatan itu dan Kecamatan Syamtalira Bayu, Meurah Mulia ikut terendam banjir. Kemudian juga ternak warga ikut mati,”katanya.

Warga Desa Kito Tgk M Ali juga menyebutkan, tanggul yang ambruk itu persisnya pada bagian tikungan sungai, dan di lokasi itu juga banyak rumah warga. “Tahun lalu infrastruktur juga ikut rusak, kemudian areal sawah warga ikut tertimbun dengan lumpur,” ungkap M Ali.

Camat Samudera, Dayan Albar menyebutkan, selama ini banyak warga yang mengadukan persoalan itu ke muspika. “Wajar saja warga resah karena sudah pernah mengalaminya, apalagi erosi sudah semakin meluas dibandingkan tahun lalu,”katanya. Dayan juga menyatakan, dirinya juga sudah pernah menyampaikan ke persoalan itu ke dinas terkait, dan petugas dinas sudah turun ke lokasi untuk melihat langsung.

Disebutkan, jika dalam waktu dekat tak segara ditangani, dipastikan akan lebih meluas lagi, sehingga penanganan akan semakin sulit dan dana yang dibutuhkan lebih besar lagi.

Sementara itu anggota DPRK Aceh Utara Tgk Abdul Hadi menyebutkan, warga selama ini terus mengadukan persoalan itu kepada dirinya. Sebab, warga khawatir jika banjir akan lebih parah lagi terjadi. “Ya, persoalan itu sudah pernah diadukan warga baru baru ini lagi, karena itu kami berharap dinas segera mencari solusinya,”katanya.

Dia juga meminta supaya pemkab segera menyusun perencanan sistematis dalam mencegah terjadi banjir lagi, apalagi persoalan itu suah berlangung lama. (G24)

Top
You cannot copy content of this page