Waspadai Potensi Hujan Lebat dalam Sepekan ke Depan

Reading time: 2 menit
Peta siklon tropis ARNAB. Foto: BMKG

Jakarta (Greeners) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap adanya potensi hujan signifikan di berbagai wilayah Indonesia akibat aktivitas dinamika atmosfer dalam sepekan ke depan. Masyarakat mesti waspada terhadap potensi hujan lebat ini.

Berdasarkan prakiraan musim hujan 2026/2027, sebagian besar wilayah Sumatra bagian utara telah memasuki periode musim hujan. Wilayah tersebut mencakup seperti Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat bagian utara, dan Riau bagian utara.

Secara umum, pada Dasarian I November 2026 menunjukkan bahwa 77,72% wilayah Indonesia diprakirakan mengalami curah hujan kategori menengah, yakni 50–150 milimeter per dasarian. Wilayah tersebut mencakup Sumatra, Kalimantan, Papua, serta sebagian Jawa dan Sulawesi. Sementara itu, curah hujan kategori rendah diprakirakan mendominasi sebagian wilayah Lampung, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

“Meskipun demikian, aktivitas MJO, Gelombang Rossby Ekuatorial, Gelombang Kelvin, serta sirkulasi siklonik di Laut Andaman dan sebelah utara Papua Barat Daya berpotensi memicu hujan signifikan dalam skala harian,” ujar  Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani dalam keterangan tertulisnya.

Pada periode 27–29 Oktober 2026, BMKG menetapkan status siaga hujan lebat hingga sangat lebat untuk sejumlah wilayah. Wilayah tersebut mencakup Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Selanjutnya, pada periode 30 Oktober–2 November 2026, Kalimantan Barat berstatus siaga hujan lebat. BMKG juga mengingatkan potensi angin kencang di beberapa wilayah Sumatra, Jawa, dan Sulawesi Selatan.

Waspadai Hujan Lebat

Khusus di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, masyarakat perlu mewaspadai potensi hujan lebat hingga sangat lebat. Potensi hujan juga dapat disertai angin kencang selama sepekan ke depan. Kondisi tersebut antara lain berkaitan dengan dinamika atmosfer dan keberadaan sirkulasi siklonik di sekitar Laut Andaman sebelah utara Aceh. Sementara itu, BMKG memprakirakan tinggi gelombang laut di Selat Malaka berada pada kategori rendah, yaitu 0,5–1,25 meter.

Menghadapi kondisi tersebut, Sekretaris Utama BMKG, Guswanto menjelaskan bahwa BMKG akan terus memantau memantau perkembangan Siklon Tropis ARNAB dan sirkulasi siklonik di sekitar Laut Andaman dalam sepekan ke depan melalui analisis terpadu terhadap data pengamatan, citra satelit, dan dinamika atmosfer terkini.

“Apabila terdapat perkembangan signifikan yang berpotensi memengaruhi wilayah Indonesia, BMKG akan menyampaikan pembaruan informasi melalui kanal resminya,” ujar Guswanto.

Guswanto kembali mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi dan menjadikan peringatan dini cuaca sebagai salah satu acuan dalam mengambil langkah antisipasi.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Top