Jakarta (Greeners) – SIG perusahaan penyedia terkemuka solusi sistem kemasan asal Swiss memperluas program “Recycle for Good” di Indonesia. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat daur ulang dan membantu mencegah sampah masuk ke laut.
Program tersebut juga bagian dari pengembangan kegiatan yang sebelumnya telah terlaksana di Jakarta dan sekitarnya. Perluasan ini mencakup sejumlah lokasi baru, termasuk Surabaya dan Malang di Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Bali.
Ekspansi tersebut juga merupakan bagian dari proyek regional “Recycle for Good-Prevent Marine Litter”, melalui pendanaan dari ZUG atas nama Kementerian Federal Jerman untuk Lingkungan, Aksi Iklim, Konservasi Alam, dan Keselamatan Nuklir.
Perluasan program ini bertujuan untuk memperkuat upaya pemilahan,pengumpulan, dan daur ulang sampah. Inisiatif ini sekaligus mendorong partisipasi yang lebih luas dari masyarakat dan para pemangku kepentingan di sepanjang rantai nilai limbah kemasan.
Commercial Director Asia Pacific South, Japan and Korea di SIG, Noer Wellington mengungkapkan bahwa masalah sampah laut tidak dapat diatasi hanya melalui peningkatan kesadaran. Namun, diperlukan pemilahan yang lebih baik, jaringan pengumpulan yang lebih kuat, infrastruktur daur ulang yang mumpuni, serta partisipasi berkelanjutan dari masyarakat dan para mitra di sepanjang value chain.
“Bersama para mitra, SIG berupaya memastikan lebih banyak kemasan bekas masuk ke alur pemulihan dan daur ulang yang
tepat, sekaligus mendorong kebiasaan daur ulang yang dapat memberikan manfaat lingkungan dan sosial secara berkelanjutan,” ujar Noer pada Senin (21/9) di Jakarta.
Sebagai bagian dari upaya ini, SIG telah bekerjasama dengan Eco-Paper. Tujuannya untuk meningkatkan peralatan pulping di fasilitas daur ulangnya. Dengan demikian, kerja sama tersebut dapat memperkuat kapasitas untuk memproses karton minuman bekas pakai. Bahkan bisa membantu menciptakan alur pemulihan yang lebih efektif bagi kemasan yang terkumpul.
Cegah 10.000 Ton Limbah Kemasan
Indonesia merupakan salah satu dari tiga negara tempat pelaksanaan proyek “Recycle for Good – Prevent Marine Litter”, bersama Thailand dan Filipina. Di ketiga negara tersebut, proyek ini akan berlangsung hingga Desember 2028.
Secara regional, proyek ini menargetkan pencegahan sedikitnya 10.000 ton limbah kemasan agar tidak masuk ke laut. Hal itu sekaligus melibatkan sedikitnya 100.000 rumah tangga di tiga negara peserta. Pendekatan lintas negara ini memungkinkan Indonesia, Thailand, dan Filipina untuk saling berbagi pengalaman, data, metodologi, serta praktik implementasi yang efektif.
Pertukaran ini harapannya dapat membantu mengidentifikasi pendekatan yang dapat disesuaikan dan diperluas berdasarkan kondisi sistem daur ulang serta kebutuhan masyarakat di masing-masing negara.
Melalui pengembangan program pengumpulan secara berkelanjutan, investasi pada fasilitas daur ulang, serta kolaborasi dengan para mitra di sepanjang value chain, SIG berupaya membantu memperkuat sistem yang memungkinkan kemasan bekas dikumpulkan, dipulihkan, dan pada akhirnya kembali dimanfaatkan secara produktif.
Sementara itu, proyek ini juga sejalan dengan arah kebijakan Indonesia dalam mendorong pengurangan sampah, dan mencegah pencemaran laut. Selain itu, inisiatif ini juga memperkuat penerapan Extended Producer Responsibility (EPR) serta mengembangkan ekonomi sirkular.
Inisiatif ini mencakup berbagai tahapan pengelolaan sampah. Hal itu mulai dari perubahan perilaku, pemilahan di sumber, pengumpulan, penguatan infrastruktur daur ulang, hingga kolaborasi antarpemangku kepentingan.
Untuk itu, Recycle for Good harapannya dapat melengkapi upaya nasional dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah serta mencegah material yang masih memiliki nilai daur ulang terlepas ke lingkungan.
Penulis: Dini Jembar Wardani











































