Ular Hidung Babi Timur, Spesies Reptil yang Jago Berakting

Reading time: 3 menit
Ular ini jago berakting untuk mengelabui musuh. Foto: Shutterstock

Ular dikenal sebagai salah satu satwa yang cukup berbahaya. Beberapa spesiesnya punya bisa yang beracun, sedangkan yang lainnya memiliki kemampuan melilit sangat kuat. Namun, pernahkah Anda melihat ular yang dapat berakting? Inilah ular hidung babi timur.

Jangan salah sangka, ular hidung babi timur sejatinya tergolong sebagai ular berbisa. Satwa ini tergabung ke dalam famili Colubridae dan genus Heterodon, sehingga memiliki nama ilmiah Heterodon platirhinos.

Berdasarkan klasifikasinya, dapat diketahui bahwa ular ini berkerabat dengan ular kukri berpita. Mereka tidak serupa dengan ular babi biasa, tetapi keduanya sama-sama tergabung dalam kelompok kolubrid.

Percaya atau tidak, spesies endemis dari Amerika Utara itu sedikitnya memiliki 52 julukan. Nama-nama tersebut di antaranya adalah eastern hognose snake, spreading adder, hog-nosed snake, sampai black adder.

Morfologi dan Ciri-Ciri Ular Hidung Babi Timur

Cukup sulit mengidentifikasi ular hidung babi timur melalui warna kulitnya. Sebab corak dan warna kulit hewan tersebut berbeda-beda, tergantung pada lokasi serta lingkungan tempat tinggalnya.

Melansir berbagai sumber, ada spesies ular yang memiliki corak merah, hijau, oranye, cokelat, abu-abu, hingga hitam. Pola kulitnya pun dapat berupa noda, kotak-kotak, atau bahkan tanpa pola.

Bagian perut cenderung berwarna abu-abu pekat, kuning, atau krem. Mereka justru dapat kita cirikan dari bentuk moncongnya yang terbalik. Ini berfungsi dalam menggali tanah berpasir untuk membuat sarang.

Sama seperti ular kukri, spesies jantan ular berhidung babi mempunyai ukuran yang lebih kecil dari betina. Panjang tubuhnya hanya sekitar 71 cm, sedangkan sang betina dapat mencapai 116 cm.

Tidak cuma itu, jenis reptil ini memiliki fitur taring belakang dengan bisa yang ringan. Eksistensinya tidak berbahaya bagi manusia, tetapi dapat menyebabkan pembengkakan lokal bagi orang dengan alergi khusus.

Habitat dan Distribusi Ular Hidung Babi Timur

Ular hidung babi timur biasanya bermukim di kawasan hutan pinus berpasir dataran tinggi, ladang tua, hingga area tepian hutan. Mereka lebih menyukai daerah yang kering, tetapi memiliki tanah yang gembur.

Kondisi tanah gembur mempermudah proses pembuatan sarang dan bertelur spesies ini. Mereka bahkan bisa melakukan perjalanan dalam radius 40 hektare, untuk mencari sarang terbaik dan pasangan.

Di daerah asalnya, populasi reptil ini terdistribusi di sebagian wilayah Minnesota, Wisconsin, Ontorio dan New Hampshire bagian selatan. Ia juga dapat kita temukan di Flora bagian selatan, Texas, dan Kansas.

Merujuk IUCN Red List, status konservasi H. platirhinos berada pada kategori “least concern” atau risiko rendah. Namun, populasinya sendiri diyakini semakin terancam akibat kerusakan habitat dan perburuan.

Di Kanada misalnya, spesies ini telah menyandang status “vulnerable” atau terancam. Kelompoknya tergolong sebagai satwa yang dilindungi, sehingga aktivitas perdagangan dan pemeliharaannya dianggap ilegal.

Perilaku dan Kebiasaan Ular Hidung Babi Timur

Waktu berkembang biak ular hidung babi timur sekitar bulan April dan Mei. Pada bulan Juni atau awal Juli sang betina bertelur, sedangkan masa inkubasinya membutuhkan waktu sekitar 49–63 hari.

Dalam sekali berbiak, sang betina mampu menghasilkan 8–40 telur. Telur-telur tersebut tidak dirawat oleh orang tuanya. Bahkan saat telur menetas, anak-anaknya langsung hidup secara mandiri di alam liar.

Menyoal perilaku ular ini, yang terunik adalah cara bertahan hidupnya. Mereka terbiasa “berakting” untuk mengelabui mangsa, dengan menirukan suara desis ular kobra atau berpura-pura mati.

Saat merasa terancam, H. platirhinos akan mengangkat tubuhnya dan mengeluarkan suara desis seperti kobra. Jika cara itu tidak efektif, maka hewan tersebut akan membalik tubuhnya lalu berpura-pura mati.

Agar tambah meyakinkan, akting berpura-pura mati itu bahkan diikuti oleh gerakan menjulurkan lidah. Melihat kebiasaan unik tersebut, ular ini harusnya dijuluki “ular pinokio” daripada “ular berhidung babi.”

Taksonomi Spesies Heterodon Platirhinos

Penulis : Yuhan al Khairi

Top