Anglerfish, Monster Bercahaya Penghuni Laut Dalam

Reading time: 3 menit
Ikan ini punya cara reproduksi yang unik. Foto: Freepik

Walau ilmu pengetahuan berkembang pesat, nyatanya hanya 5 % dari area laut dalam yang berhasil manusia eksplorasi. Kawasan tersebut hingga saat ini masih menyimpan sejuta misteri. Salah satunya terkait hewan-hewan yang hidup di dalamnya, seperti anglerfish.

Ikan sungut ganda atau anglerfish, merupakan julukan bagi sekelompok ikan bertulang sejati yang berasal dari ordo Lophiiformes. Kelompok ini setidaknya membawahi 12 famili, serta memiliki sekitar 170 spesies.

Masing-masing spesies tersebut menyebar ke berbagai daerah. Mereka ditemukan hidup di perairan Samudera Arktik, Samudera Pasifik, Laut Mediterania, hingga perairan Samudera Atlantik bagian utara.

Bagi Anda yang belum familiar, ikan sungut ganda bisa kita tandai dari wajahnya yang sangat menyeramkan. Mereka punya antena unik yang dapat mengeluar cahaya, serta berguna untuk menarik mangsa.

Habitat dan Ciri-Ciri Anglerfish

Walau terkesan sangar, anglerfish sebenarnya mempunyai ukuran yang tidak terlalu besar. Sang betina dapat tumbuh sepuluh kali lebih besar dari penjatan, dengan ukuran rata-rata dewasa mencapai 16 cm.

Beberapa spesies mungkin dapat tumbuh sampai 0,9–1,2 meter. Meski begitu, ikan jantan biasanya memiliki ukuran kurang dari setengah inci. Bukan perut, bagian tubuh terbesar ikan ini adalah mulutnya.

Saking besarnya, ketika suatu mangsa bisa masuk ke dalam mulut ikan tersebut, maka ia akan muat juga di dalam perutnya. Bahkan, ikan ini yang dapat meregangkan perutnya hingga dua kali ukuran semula.

Ikan sungut ganda diketahui mengonsumsi udang, cacing, cumi-cumi, dan ikan lentera. Sulit menemukan makanan di laut terdalam, sehingga mereka akan memakan apapun yang terpancing oleh cahayanya.

Spesies Lophiiformes hidup pada kedalaman laut mencapai 1.000 meter. Kawasan ini disebut sebagai “midnight zone,” karena cahaya matahari tidak dapat menembus zona ini dan keadaan menjadi gelap gulita.

Kebiasaan Berburu Anglerfish

Nama “anglerfish” sendiri diambil dari bahasa Inggris angler yang artinya “pemancing.” Hal ini merujuk pada cara berburu mereka, yakni dengan mengeluarkan cahaya terang untuk memancing ikan lainnya.

Seperti yang telah disebutkan, cahaya tersebut keluar dari bagian ujung antena sang ikan. Warna yang dikeluarkan cukup bervariasi, mulai dari kuning-hijau, biru-hijau, sampai dengan jingga keunguan.

Lantas, apa yang membuat antena ikan ini mampu berpendar? Hal itu dikarenakan bioluminesensi atau kemampuan makhluk hidup untuk menghasilkan cahaya, seperti cumi-cumi vampir dan dinoflagellates.

Ikan sungut ganda mendapatkan “sumber” cahaya dari Photobacterium, bakteri berpendar yang hidup di kantong kulitnya. Bakteri ini menyerap nutrisi mereka, lalu memberikan cahayanya untuk sang ikan.

Meski terdengar seperti hubungan yang harmonis, sampai saat ini tidak diketahui dari mana bakteri tersebut berasal. Mereka tidak menempel di kulit ikan dari lahir ataupun ditemukan di lingkungan hidupnya.

Pola Reproduksi Anglerfish

Anglerfish memiliki pola reproduksi yang unik. Mereka akan menempel satu sama lain menyerupai transplantasi organ, sebab sulitnya untuk menemukan pasangan di kedalaman laut yang sangat gelap.

Ikan pejantan bersifat parasit seksual bagi ikan betina. Mereka memiliki organ khusus untuk mencari pasangan. Ketika menemukan yang tepat, ia akan menggigit dan menggantungkan hidupnya kepada betina.

Saat jantan menggigit pasangannya, ia mengeluarkan enzim yang dapat meluruhkan kulit mulut betina. Mulutnya akan menyatu dengan tubuh ikan tersebut, lalu darah mereka akan terhubung satu sama lain.

Anglerfish jantan akan kehilangan mata dan organ tubuh lainnya kecuali testis. Mereka menggantungkan hidup sepenuhnya pada betina untuk mendapatkan nutrisi, lalu memberikan sperma sebagai gantinya.

Belum dapat dipastikan berapa total populasi ikan tersebut di alam liar. Kesempatan bertemu dan meneliti mereka sangat kecil, sehingga data yang terkumpul hanya berasal dari ikan-ikan yang terdampar.

Taksonomi Lophius Piscatorius

Penulis : Yuhan al Khairi

Top

You cannot copy content of this page