Garis Hitam Putih yang Mengecoh

Reading time: 1 menit
Zebra dataran (Equus quagga). Foto: Ist.

Rasa-rasanya, tidak ada yang tidak mengenali kuda jenis ini. Namanya pun dipakai untuk menyebut tempat menyeberang bagi pejalan kaki di jalan raya, zebra cross.

Zebra dataran (Equus quagga), merupakan salah satu jenis kuda yang memiliki warna khas belang-belang hitam dan putih. Zebra biasa hidup berkelompok di padang rumput terbuka. Habitat satwa ini tersebar mulai dari Afrika Timur hingga Afrika Selatan bagian barat.

Mengapa zebra memiliki warna belang-belang di permukaan tubuhnya? Prof. Johannes Zanker dari Departement of Psychology, University of London, Inggris, meneliti garis-garis yang terdapat pada kuda zebra dengan metode simulasi komputer. Hasilnya, garis hitam dan putih pada zebra digunakan sebagai ilusi penglihatan untuk membingungkan mata pemangsanya.

Zebra dataran (Equus quagga). Foto: Ist.

Zebra dataran (Equus quagga). Foto: Ist.

Garis-garis hitam putih ini tidak hanya mengelabui pemangsa utama zebra seperti cheetah dan singa, tapi juga membingungkan serangga dan hama di sekitarnya.

Garis-garis hitam dan putih sangat jelas di bagian perut, kemudian garis-garis itu menyempit di bagian punggung dan leher zebra. Garis-garis ini memberi sinyal tidak terduga yang membingungkan hewan lain yang melihatnya, terlebih lagi ketika zebra berkumpul bersama kelompoknya.

Saat bersama kelompoknya, garis-garis hitam putih yang tersusun diagonal dan vertikal yang luas pada tubuh zebra menghasilkan ilusi optik sehingga pemangsa zebra menjadi sulit mendeteksi arah gerakan zebra. Pemangsa besar zebra seperti singa menjadi terkecoh ketika bermaksud memangsa kuda ini.

Mata manusia pun akan terkecoh saat melihat motif garis-garis zebra sehingga akan cukup sulit menghitung satwa ini secara tepat dalam gerombolan.

Penulis: ANP/G32

Top
You cannot copy content of this page