Ikan Toman, Predator Air Agresif yang Tak Ragu Menyerang

Reading time: 3 menit
Ika Toman. Foto: Shutterstock

Ikan Toman adalah predator air yang hidup di kawasan sungai, danau, rawa, serta perairan lebak. Ia merupakan fauna asli perairan Kalimantan yang kini tersebar luas mulai dari Pulau Sumatra, Malaysia, Thailand, Laos, Vietnam, bahkan sampai ke India.

Toman tergolong sebagai salah satu keluarga Ikan Gabus (Channidae). Ia ahli identifikasi dengan nama binomial Channa micropeltes, serta memiliki sinonim kata yang beragam.

Melansir berbagai sumber, spesies ikan toman juga pakar kenal sebagai C. diplogramme, Ophicephalus bivittatus, O. micropeltes, O. serpentinus, O. stevensii, dan O. studeri.

Julukannya di berbagai negara pun sangat bervariasi, mulai dari Trey chhdaur di Kamboja, Malabar sneakehead di India, serta Giant snakehead atau Red snakehead di Inggris.

Morfologi dan Ciri-Ciri Spesies Ikan Toman

Ikan toman memiliki bentuk tubuh silindris dengan kepala pipih dan bersisik, persis seperti kepala ular. Bagian perutnya berwarna putih dengan garis berwarna hitam kemerahan.

Sebagai ikan predator, moncong giant snakehead terlihat agak meruncing dengan gigi taring yang tajam. Bentuk mulutnya pakar sebut sebagai protractile karena dapat disembulkan.

Sirip punggung toman terpisah dengan sirip ekornya yang membundar. Ikan ini mempunyai corak kulit yang menarik, sebab memiliki postur silindris yang tampak agak memanjang.

Ikan toman muda dapat kita identifikasi melalui warna kulitnya yang merah. Ketika usia dua bulan, corak tersebut dihiasi garis hitam dan oranye yang melintang di sekujur tubuhnya.

Saat sudah mulai tua, corak kulit ikan akan semakin memudar. Tubuh trey chhdaur terlihat cenderung keabu-abuan di bagian atas, serta memutih pada bagian bawah atau perutnya.

Dalam keluarga fauna Channidae, ukuran tubuh C. micropeltes tergolong yang paling besar. Menurut ahli, ikan ini bahkan mampu berkembang biak hingga sepanjang satu meter lebih.

Kebiasaan dan Sifat Spesies Ikan Toman

Di habitatnya, toman mengonsumsi jenis ikan dan hewan kecil seperti serangga atau kodok. Sifatnya terbilang cukup agresif, mereka tak ragu untuk menyerang saat merasa terganggu.

Hal-hal yang membuat ikan toman ‘risih’ sebenarnya tidak banyak. Satwa ini hanya akan menyerang, jika lingkungan hidupnya terganggu atau anak-anak mereka dalam bahaya.

Ya, sifat ‘ngemong’ sang induk terkadang membuatnya bisa sangat posesif. Ia tidak segan-segan untuk menyerang musuhnya, meski harus berhadapan dengan manusia sekalipun.

Uniknya (atau dalam hal ini ironis), sifat tersebut justru dimanfaatkan oleh masyarakat. Mereka menggunakan belibis sebagai ‘pengganggu’ untuk memancing induk toman keluar.

Jika sudah mulai terlihat, induk ikan toman lantas mereka beri umpan berupa daging kodok. Saat umpan mulai dilahap, ikan tersebut langsung mereka tarik dan diangkat ke permukaan.

Spesies C. micropeltes memang tidak tergolong sebagai satwa yang pemerintah lindungi. Statusnya konservasinya pun tergolong risiko rendah, bila merujuk rilisan IUCN Red List.

Manfaat dan Kandungan Daging Ikan Toman

Meskipun bersifat agresif, nyatanya minat warga mengonsumsi toman masih sangat besar. Ikan tersebut bernilai ekonomis tinggi, mereka publik cari untuk diolah menjadi makanan.

Di berbagai daerah, daging ikan toman jamak awam masak menjadi sup atau gulai. Hewan ini juga populer sebagai menu ikan asin, dengan proses penggaraman kering dan basah.

Di Negeri Singa, malabar sneakehead justru khalayak pelihara di kolam rekreasi memancing. Sedangkan di Amerika Serikat, ikan tersebut warga impor sebagai penghias akuarium.

Berdasarkan makalah Politeknik Kesehatan Palembang (2018), dapat kita ketahui bahwa daging toman setidaknya mengandung 19,69% protein, 0,31% lemak, dan 2,59 zat seng.

Menurut dugaan peneliti, daging tersebut juga mengandung senyawa aktif berupa protein albumin, omega-3 dan omega-6, sehingga bermanfaat sebagai panganan penyembuh luka.

Perlu kita ingat, hindari melepaskan ikan toman di luar habitatnya. Karena sebagai hewan predator, ia berpotensi merusak keseimbangan ekosistem yang ada di suatu kawasan.

Taksonomi Spesies Ikan Channa Micropeltes

Penulis: Yuhan Al Khairi

Top
You cannot copy content of this page