Inilah Rhizopus Oligosporus, Spesies Jamur Penghasil Tempe

Reading time: 3 menit
Foto: Shutterstock

Rhizopus oligosporus adalah sejenis kapang yang berasal dari filum Mucormycota. Mereka sering ahli manfaatkan sebagai komponen pembuat tempe, karena mampu menghasilkan enzim lipase yang berguna membantu proses fermentasi kedelai.

Bagi masyarakat awam, jenis kapang Rhizopus oligosporus lebih populer dengan julukan Jamur Tempe. Ia tergabung dalam keluarga fungi Mucoraceae dengan genus Rhizopus.

Anggota genus tersebut sebenarnya tidak cuma satu fungi. Selain jamur tempe, Rhizopus juga memiliki anggota lain seperti R. oryzae, R. stolonifera. R. delemari, dan sebagainya.

Jamur tempe biasanya tumbuh di dalam tanah, buah, sayuran, roti hingga nasi yang telah basi. Selain proses fermentasi, fungi ini pakar ketahui sanggup mengolah limbah.

Karakteristik Rhizopus Oligosporus

Rhizopus Oligosporus memiliki koloni berwarna abu-abu kecokelatan setinggi 1 mm atau lebih. Sporangiofornya tunggal atau berkelompok, dengan dinding halus atau agak kasar.

Bagian pendukung hifa ini menjulang dengan tinggi lebih dari 1.000 mikro meter. Secara mikroskopik, dapat terlihat bahwa diameter sporangiofor berkisar 10 – 18 mikro meter.

Sporangia globosa memiliki diameter 100 – 180 mikro meter, serta berwarna kehitaman saat masak. Klamidosporanya banyak, tunggal atau berantai pendek, serta tidak berwarna.

Biasanya klamidospora jamur tempe muncul dari bagian hifa serta berisi granula. Bentuknya elip atau silindris, dengan ukuran 7 – 30 mikro meter atau 12 – 45 x 7 – 35 mikro meter.

Melansir berbagai sumber, fungi genus Rhizopus (termasuk Rhizopus oligosporus) umumnya berbentuk filamen dan bercabang, serta tidak mempunyai dinding silang atau koesnositik.

Mereka berbiak secara aseksual dan seksual. Pertumbuhan optimalnya terjadi pada suhu 30 – 35 Celsius, dengan suhu terendah antara 5 – 5 Celsius dan suhu maksimal 35 – 44 Celsius.

Habitat Kapang Rhizopus Oligosporus

Bila kita bandingkan dengan mikroba pada umumnya, kapang dapat tumbuh dalam substrat atau medium dengan konsentrasi gula serta tingkat keasaman yang sangat tinggi.

Mereka tidak membutuhkan terlalu banyak air, walau komponen ini merupakan pelarut esensial yang dibutuhkan semua reaksi biokimiawi untuk menyusun berat basah sel.

Seperti Rhizopus oligosporus, mayoritas kapang bersifat aerobik. Ia membutuhkan oksigen sebagai syarat pertumbuhannya, dengan kadar pH rendah berkisar 2,0 – 0,85 atau kurang.

Tidak cuma itu, kelembapan adalah salah satu faktor penentu pertumbuhan jamur tempe. Spesiesnya membutuhkan kira-kira 90% tingkat kelembapan untuk berbiak secara prima.

Tingkat kelembapan ini terhitung yang paling tinggi daripada jenis kapang lain. Misalnya saja Aspergillus dan Jamur Penisilin, mereka hanya membutuhkan kelembapan sebesar 80%.

Fungi Rhizopus oligosporus sendiri cukup banyak ahli temukan di Indonesia. Ia juga pakar ketahui berkembang di kawasan Jepang, Cina, serta beberapa negara Asia lainnya.

Manfaat Jamur Rhizopus Oligosporus

Mungkin Anda penasaran, mengapa fermentasi tempe membutuhkan Rhizopus oligosporus? Lalu, mengapa makanan favorit orang Indonesia ini harus difermentasi terlebih dahulu?

Secara sederhana, fermentasi jamur ini mampu menghasilkan ragi. Bahan masakan ini – seperti yang kita tahu – merupakan bahan utama dalam industri pembuatan tempe.

Ragi sendiri menyebabkan tekstur kedelai menjadi lunak. Selain itu komponen makro yang terkandung pada kedelai menjadi terurai, serta zat gizinya lebih mudah terserap oleh tubuh.

Berkat Rhizopus oligosporus pula, proses fermentasi kedelai mampu menghasilkan antibiotik alami. Antibiotik ini ahli ketahui efektif melawan organisme merugikan bagi kesehatan.

Karena itu mengonsumsi tempe pakar sinyalir efektif menangkal berbagai penyakit, seperti diare, diabetes, serta ampuh menjadi menu diet karena rendah garam dan kaya serat.

Perlu Anda ketahui, spesies R. oryzae dan R. stolonifera nyatanya juga sering dimanfaatkan dalam industri pangan. Mereka publik olah sebagai minum beralkohol dan asam fumarat.

Taksonomi Spesies Jamur Tempe

Penulis: Yuhan Al Khairi

Top

You cannot copy content of this page