Ferocactus Echidne, Spesies Kaktus Unik Berbentuk Tong

Reading time: 3 menit
Tumbuhan ini tangguh di cuaca dingin dan panas ekstrem. Foto: Shutterstock

Kaktus adalah tumbuhan unik yang mampu bertahan hidup pada lingkungan minim air. Flora khas wilayah kering tersebut sering dijadikan sebagai tanaman hias. Salah satu jenisnya yang ramai diperjualbelikan, ialah kaktus tong dari spesies Ferocactus echidne.

Kaktus tong merupakan julukan bagi spesies kaktus dari genus Ferocactus dan Echinocactus. Mereka memiliki bentuk bulat seperti tong, serta umumnya tumbuh dengan ukuran sedang.

Secara taksonomi, kedua genus tersebut sama-sama berasal dari famili Cactoideae. Mereka bahkan tumbuh pada habitat yang sama, sehingga acap kali disamaratakan oleh masyarakat.

Meski begitu, perbedaan kedua genus tersebut sejatinya dapat kita lihat melalui ciri fisiknya. Echinocactus biasanya tidak memiliki duri yang tajam, melainkan bulu-bulu halus yang rapat.

Morfologi dan Ciri-Ciri Spesies Ferocactus Echidne

Kaktus Ferocactus echidne berkembang biak tanpa percabangan. Mereka juga tidak memiliki bagian tangkai ketika muda, namun baru berangsur-angsur tumbuh ketika dewasa atau tua.

Spesies ini memiliki warna yang cukup monoton; hijau, hijau kekuningan, hijau kusam, atau abu-abu kehijauan. Bunganya terletak pada bagian tengah atas dengan warna kuning cerah.

Seluruh permukaan kaktus diselimuti oleh duri-duri tajam. Bentuknya tidak tebal tapi cukup panjang. Terdapat 6–7 batang duri di dalam satu ruas; dengan posisi pertumbuhan menjari.

Menurut pakar, seluruh spesies Ferocactus memiliki tampilan yang hampir seragam. Mereka hanya bisa dibedakan melalui warna bunganya yaitu merah muda, kuning, merah atau ungu.

Beberapa spesies juga memiliki garis gelap pada bagian kelopaknya. Sedangkan Ferocactus echidne memiliki tulang rusuk yang banyak, dengan duri-duri berwarna abu-abu keputihan.

Habitat dan Karakteristik Kaktus Ferocactus Echidne

Kebanyakan Ferocactus echidne berasal dari Meksiko. Spesiesnya merupakan tumbuhan asli daerah gurun, yang cukup tangguh menghadapi cuaca beku (dingin) dan panas yang ekstrem.

Di habitatnya, salah satu jenis kaktus tong ini tumbuh di daerah yang gersang. Mereka tidak memerlukan banyak air untuk berbiak, asalkan kawasan tersebut punya drainase yang baik.

Spesies Ferocactus mempunyai sistem perakaran yang dangkal. Tumbuhan ini sangat mudah terbawa air saat banjir bandang, tapi hal tersebut justru membantu proses penyebarannya.

Duri-duri kaktus menjaga permukaan kulitnya tetap utuh saat terbawa air. Sedang benihnya memanfaatkan aliran air untuk berkecambah, sehingga dapat berbiak di tempat yang baru.

Walaupun menoleransi udara dingin, kaktus Ferocactus echidne tidak dapat bertahan cukup lama dalam cuaca baku. Warna kulitnya akan berubah menjadi kekuningan, putih, lalu mati.

Subspesies dan Kegunaan Kaktus Ferocactus Echidne

Melansir laman Llifle.com, setidaknya ada lima subspesies Ferocactus echidne yang tersebar di seluruh kawasan Meksiko. Kelima subspesies ini memiliki tampilan yang berbeda, seperti:

  • F. e. echidne punya batang yang bulat dan pipih, serta duri tengah sepanjang kurang dari 4,5 cm. Subspesies ini bisa kita temukan pada sebagian besar wilayah gurun di Meksiko.
  • F. e. monstruosus memiliki tampilan yang paling unik dibanding subspesies lainnya. Flora ini berkembang dengan bentuk yang tidak teratur, terlihat tumpang tindih dan berlekuk.
  • F. e. rafaelensis mempunyai batang pipih, bulat dan bercorak kebiruan. Bunganya mula-mula berwarna kuning-oranye, tetapi berubah menjadi merah keunguan ketika dewasa.
  • F. e. victoriensis punya batang yang lebih silindris dengan duri tengah yang lebih panjang (lebih dari 4,5 cm). Distribusi subspesies ini terbatas, hanya berkisar wilayah Ciudad saja.
  • F. e. rhodanthus tumbuh dengan batang berusuk setinggi 15 cm. Diameternya berkisar 9 cm serta tulang belakang tengah mencapai 6 cm. Kelopak subspesies ini bercorak oranye sampai merah bata, sedangkan pelepahnya berwarna merah gelap.

Seperti yang kita ketahui, spesies Ferocactus echidne jamak dibudidayakan sebagai tanaman hias di Indonesia. Mereka digemari banyak orang sebab mudah dirawat dan berbentuk unik.

Sedangkan di Meksiko, daging kaktus tersebut diolah menjadi lauk hingga cemilan. Bahkan, masyarakat asli Amerika menjadikan kaktus ini sebagai makanan darurat saat cuaca ekstrem.

Taksonomi Spesies Kaktus Tong Ferocactus

Penulis : Yuhan al Khairi

Top
You cannot copy content of this page