Katak Lembu, Amfibi Berbadan Buntal yang Lezat Dimakan

Reading time: 3 menit
Katak ini menjadi sangat populer menjadi bahan baku pangan. Foto: Shutterstock

Katak lembu, American bullfrog atau biasa disingkat bullfrog, merupakan spesies amfibi dalam keluarga Ranidae yang berasal dari timur dan utara Amerika. Jenis katak ini umum awam konsumsi sehingga banyak dibudidayakan serta diperjualbelikan.

Bullfrog sejatinya mempunyai nama ilmiah Lithobates catesbeianus. Namun beberapa orang menyebutnya sebagai Rana catesbeiana, yang merujuk pada nama genus katak tersebut.

Pada mulanya, hewan bertubuh bongsor itu memang pakar gabungkan dalam genus Rana. Tapi seiring berjalannya waktu, ahli mengetahui bahwa bullfrog memiliki marganya sendiri.

Secara penampilan, ciri-ciri tubuh katak lembu memang sangat mirip dengan katak lainnya. Ia mempunyai kulit yang licin dan mengilap, namun dengan ukuran badan yang lebih besar.

Morfologi dan Ciri-Ciri Katak Lembu

Susunan tubuh bullfrog terbagi atas tiga bagian; kepala, badan, serta penggerak. Kepalanya berbentuk segitiga, dengan mulut lebar yang membentang ke hampir seluruh bagian kepala.

Mata besarnya tampak berwarna hitam dengan garis pinggir cokelat muda. Gendang telinga mereka berbentuk cincin, berwarna cokelat tua kehitaman dan hijau di bagian tengahnya.

Bagian badan katak lembu terukur mulai dari belakang gendang telinga sampai tulang ekor. Panjangnya bisa mencapai tiga kali ukuran kepala, dengan perut berwarna putih keemasan.

Kulit perutnya ini halus dan elastis, sehingga terlihat jelas ketika bernapas. Punggungnya berwarna hijau berbintik cokelat, terasa sedikit kasar serta memiliki tulang yang menonjol.

Tersedia dua alat penggerak pada tubuh katak lembu, yakni kaki depan dan belakang. Kaki belakangnya terlihat lebih panjang dan berselaput, sedangkan kaki depannya tampak polos.

Habitat dan Distribusi Katak Lembu

Sebagai amfibi, bullfrog dapat bertahan hidup di air dan daratan. Ia menghabiskan sebagian besar waktu di air saat telur dan berudu, tetapi beralih ke darat dari percil sampai dewasa.

Katak lembu dapat kita jumpai di daerah danau, waduk, atau sungai-sungai berarus tenang. Mereka tidak suka paparan sinar matahari, namun hidup pada suhu lingkungan 26-30 Celsius.

Berdasarkan distribusinya, habitat hewan ini menyebar mulai dari Amerika Utara, Kanada, Meksiko, Kolombia, California, sampai bagian timur Pegunungan Rocky di Amerika Tengah.

Namun mereka juga telah diperkenalkan sampai ke Kuba, Belanda, Belgia, Perancis, Italia, Belanda, Belgia, Prancis, Jamaika, Jepang, China, Korea Selatan, bahkan sampai Indonesia.

Tidak bisa dipungkiri, katak lembu memang sangat populer sebagai bahan baku pangan. Ini menjadi salah satu komoditas yang cukup menjanjikan, terutama di area Amerika dan Asia.

Pemeliharaan dan Budi Daya Katak Lembu

Lokasi merupakan faktor penting dalam budi daya bullfrog, di mana karakteristiknya harus mengikuti sifat biologis satwa. Selain itu penting pula memerhatikan aspek teknis, seperti:

  • Lokasi harus dekat dengan sumber air dan tidak termasuk daerah banjir;
  • Kualitas airnya baik dan tidak tercemar oleh limbah industri dari logam berat; serta
  • Jenis tanahnya baik dan tidak porous (berpori), serta luas lahan sesuai dengan skala usaha.

Langka pembudidayaan ini juga wajib memperhitungkan faktor ekonomis, di antaranya:

  • Lokasi dekat dengan daerah pemasaran atau pusat informasi pasar;
  • Tersedia prasarana jalan yang baik dan sarana angkutan yang memadai, sehingga mempermudah dalam proses mengangkut sarana produksi serta hasil produksi;
  • Sarana produksi mudah didapatkan; dan
  • Sarana perhubungan seperti telepon mumpuni.

Agar berjalan sukses, syarat umum pembangun kolam katak lembu juga penting dipikirkan. Melansir berbagai sumber, setidaknya ada beberapa poin yang perlu Anda terapkan, yaitu:

  • Ukuran kolam membuat katak dapat bergerak nyaman di dalamnya;
  • Kolam terdiri dari kolam perawatan, pemijahan, kolam kecebong dan kolam percil;
  • Kolam diberi atap atau penutup untuk melindungi katak lembu dari sinar matahari, hujan dan kondisi lingkungan yang mengganggu kesehatan;
  • Sediakan area kering dalam kolam tersebut. Pasalnya jika katak merasa suhu badannya terlalu dingin, maka ia dapat keluar dari area perairan;
  • Pastikan sirkulasi udara lancar dan kolam mudah dibersihkan;
  • Bentuknya harus mempermudah Anda saat pemberian pakan atau sanitasi kolam; dan
  • Drainase atau pembuangan air yang layak.

Taksonomi Spesies Lithobates Catesbeianus

Penulis : Yuhan al Khairi

Top

You cannot copy content of this page