Kukang Jawa

Reading time: 1 menit

Greeners BioDiversity LOGOKukang Jawa (Nycticebus javanicus) atau Javan Slow Loris atau si Malu-malu Jawa adalah salah satu primata di Jawa yang keberadaannya terancam punah akibat habitat yang hilang serta perdagangan satwa liar.

Kukang Jawa memiliki pola wajah yang khas. Bulu pada moncong dan dahi kukang Jawa berwarna putih. Namun, terdapat warna lebih gelap pada daerah mata dan telinga, serta pola garis gelap memanjang dari atas kepala hingga ke belakang.

Kukang termasuk hewan arboreal atau hidup di atas pepohonan. Biasanya mamalia ini dapat ditemui di antara kerimbunan bambu atau cabang pohon. Kukang juga satu-satunya primata yang memiliki bisa racun. Jika terancam, kukang akan mencampurkan sekresi dari kelenjar pada sikunya dengan air liurnya. Gigitan kukang dapat mengakibatkan rasa sakit dan reaksi alergi yang cukup serius pada manusia.

Kukang Jawa merupakan hewan nokturnal atau aktif di malam hari. Meskipun satwa ini bergerak lamban, namun saat berburu, ia dapat bergerak lincah menangkap mangsanya. Tikus dan serangga, seperti belalang atau ngengat, merupakan makanan kukang Jawa. Selain itu, spesies ini juga senang memakan buah, getah pohon, dan sari bunga.

 

Photographer : Ady Kristanto
Kamera : Nikon D5000 + Lensa Sigma 28 – 300 mm
Lokasi : Gunung Papandayan, Tasikmalaya, Jawa Barat

 

 

Top