Lyssa Zampa, Ngengat Besar yang “Menyerang” Perkotaan

Reading time: 2 menit
Ngengat ini pernah memenuhi pusat-pusat keramaian di Singapura. Foto: Shutterstock

Kupu-kupu atau ngengat sering diasosiasikan sebagai lambang keindahan. Tetapi bagaimana jika hewan tersebut memiliki ukuran tubuh besar serta berwarna kusam? Apa keindahannya akan memudar? Inilah Lyssa zampa, spesies ngengat besar dari Asia Tenggara.

Lyssa zampa atau tropical swallowtail moth, adalah salah satu spesies ngengat yang berasal dari famili Uraniidae. Mereka memiliki perilaku yang unik sebab tertarik pada cahaya terang.

Pada 2014, kawanan ngengat ini dikabarkan memenuhi pusat-pusat keramaian di Singapura. Kehadirannya bahkan sampai ke Batam, sehingga sempat menjadi pemberitaan media lokal.

Ukuran Lyssa zampa sendiri rerata berkisar 10–16 cm. Warnanya relatif gelap dengan corak putih keabu-abuan, sehingga terkesan “menakutkan” jika bergerombol dalam jumlah besar.

Morfologi dan Ciri-Ciri Lyssa Zampa

Genus lyssa sendiri setidaknya terdiri atas tujuh spesies ngengat. Kelompok ini bisa dikenali dari ukuran tubuhnya yang besar, bersifat nokturnal, serta memiliki corak tubuh yang gelap.

Beberapa spesies lyssa mungkin tumbuh dengan corak-corak yang lebih terang seperti biru atau hijau. Namun spesies ini hanya bisa ditemukan di kawasan Pasifik, seperti Madagaskar.

Di Asia Tenggara sendiri, Lyssa zampa merupakan salah satu jenis lyssa yang paling terkenal. Ia memiliki warna dasar cokelat gelap, serta dua ornamen ekor pada bagian ujung sayapnya.

Terdapat garis putih berbentuk ‘V’ di bagian atas sayap tersebut. Warna putih ini juga dapat kita jumpai pada ujung sayap bawahnya, yang memiliki tekstur bergelombang layaknya sirip.

Seperti kupu-kupu atau ngengat lain, ukuran tubuh tropical swallowtail moth betina tampak lebih besar. Rentang sayapnya pun lebih lebar dan coraknya sedikit lebih terang dari jantan.

Habitat dan Distribusi Lyssa Zampa

Lyssa zampa pertama kali ditemukan oleh Arthur Gardiner Butler pada tahun 1869. Ngengat ini tergolong sebagai spesies asli wilayah tropis, yang tersebar secara terbatas ke Asia Timur.

Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina dan Laos adalah wilayah distribusi spesies tersebut. Ia ditemukan pula di Kepulauan Andaman, China bagian selatan, sampai Himalaya.

Waktu pembiakkannya sendiri bergantung pada lokasi spesies ditemukan. Namun di wilayah Singapura, kelimpahan populasinya biasa terjadi di sepanjang bulan Mei sampai November.

Tidak cuma perkawinan, tampilan ngengat Lyssa juga dapat kita bedakan berdasarkan peta persebarannya. Di wilayah tropis, hewan ini umumnya memiliki warna gelap dan monoton.

Makanan utama larva Lyssa zampa berasal dari pohon karet dan Endospermum. Inilah yang membuat jumlahnya melimpah di Asia Tenggara, yang notabene-nya habitat flora tersebut.

Perilaku dan Kebiasaan Lyssa Zampa

Lyssa zampa aktif pada waktu malam dan siang hari. Mereka terkenal dengan kebiasaannya bermigrasi massal, terutama ke wilayah perkotaan yang memiliki sumber cahaya melimpah.

Salah satu faktor penentu perkembangbiakkan tropical swallowtail moth adalah cuaca. Bila cuaca mendukung pertumbuhan inang, maka larva ngengat tersebut akan semakin banyak.

Selain itu, penurunan angka predator sendiri juga melambungkan populasi Lyssa zampa. Ini membuat pertumbuhan mereka tidak terkontrol, sehingga berpotensi menjadi hama baru.

Karena kebiasaannya tersebut, satwa ini bisa menarik perhatian masyarakat dengan mudah. Tapi jangan khawatir, sejauh ini ngengat lyssa dianggap tidak membahayakan bagi manusia.

Tidak bisa dipungkiri, kebiasaan makan tropical swallowtail moth belum dieksplorasi secara mendalam. Mereka mungkin memakan nektar, dedaunan, serta bagian tumbuhan lainnnya.

Taksonomi Tropical Swallowtail Moth

Penulis : Yuhan al Khairi

Top

You cannot copy content of this page