Kupu-Kupu Raja, Spesies Troides Besar yang Makin Terancam

Reading time: 2 menit
Seperti namanya kupu-kupu ini berukuran besar dan bercorak indah. Foto: Shutterstock

Kupu-kupu raja atau common birdwing adalah spesies kupu-kupu besar yang berasal dari famili Papilionidae. Mereka ilmuwan golongkan dalam genus atau suku Troides, sehingga berkerabat dekat dengan spesies Troides cuneifera.

Secara klasifikasi, kupu-kupu raja ahli kenal dengan sebutan T. helena. Spesiesnya pertama kali dideskripsikan oleh Carolus Linnaeus, seorang ilmuwan asal Swedia, pada tahun 1758.

Jangan bingung, sebagian orang juga menjuluki Danaus plexippus sebagai kupu-kupu raja. Keduanya memang memiliki panggilan yang sama, mungkin karena ukuran tubuh mereka.

Dibanding kupu-kupu lain, ukuran kupu-kupu raja terbilang cukup besar. Mereka memiliki corak yang sangat indah, sehingga sering ditangkap secara ilegal sebagai hewan peliharaan.

Morfologi dan Ciri-Ciri Kupu-Kupu Raja

Spesies T. helena tergolong sebagai hewan dimorfis, sehingga kita dapat membedakan jenis jantan dan betinanya melalui ukuran serta corak warna yang terdapat pada tubuh mereka.

Ukuran tubuh kupu-kupu betina biasanya lebih ramping daripada pejantan. Warna kuning pada sayapnya juga tidak terlalu pekat, namun mempunyai corak hitam yang lebih banyak.

Ruas dan tepi sayap kupu-kupu raja secara umum berwarna hitam. Pola corak dan bentuk sayap-sayapnya terlihat serupa, dengan warna dada dan kepala dominan berwarna hitam.

Perut T. helena berwarna cokelat muda di bagian atas, namun kekuningan di bagian bawah. Kupu-kupu ini berkembang hingga seberat 0,25-0,75 g, dengan bentang sayap 13-17 cm.

Meskipun bertubuh lebih kurus, bentang sayap kupu-kupu raja betina ilmuwan yakini lebih panjang. Mereka setidaknya mempunyai 17 subspesies, yang menyebar ke berbagai negara.

Habitat dan Distribusi Kupu-Kupu Raja

Common birdwing merupakan spesies kupu-kupu yang berasal dari ecozone Australasia atau Indomalaya. Kita bisa menemukan hewan ini di Nepal, India, Bangladesh, hingga Myanmar.

Tidak cuma itu, mereka juga ditemukan di kawasan timur dan semenanjung Malaysia, Laos, Kamboja, Thailand, Vietnam, selatan Cina, Hong Kong, bahkan sebagian wilayah Indonesia.

Di Tanah Air sendiri, kupu-kupu raja umumnya tersebar dari Pulau Sumatra, Nias, Enggano, Jawa, Bawean, Kangean, Bali, Lombok, Sumbawa, Natuna, Sulawesi, Butung, serta Borneo.

Spesies T. helena hanya memakan satu jenis tumbuhan saat menjadi larva. Ketika dewasa varian makanannya jadi lebih beragam, namun kebanyakan berasal dari genus Aristolochia.

Tumbuhan suku Aristolochia adalah flora beracun. Tanaman ini dikonsumsi oleh kupu-kupu raja sebagai proteksi diri, agar para predator (kelompok burung) enggan mendekati mereka.

Proses Metamorfosis Kupu-Kupu Raja

Proses metamorfosis telur menjadi kupu-kupu sekitar 70 hari. Spesies betina menghasilkan satu sampai lima butir per hari, dengan tingkat keberhasilan pembiakkan mencapai 75%.

Agar makin paham terkait proses metamorfosis kupu-kupu raja, simak uraian berikut ini:

  1. Fase pertama; dari telur menjadi ulat setidaknya memerlukan 10 hari, telur berubah menjadi ulat dengan ciri-ciri memiliki corak kuning dan hitam
  2. Fase kedua; tampilan ulat menjadi lebih besar, corak warnanya telihat lebih jelas dengan dominan warna kuning dan bintik-bintik hitam
  3. Fase ketiga; bercak hitam pada bagian sayap tampak lebih menonjol ketimbang warna kuning. Proses ini memakan waktu sekitar 10 hari, dengan ukuran tubuh ulat yang menjadi lebih besar.
  4. Fase keempat; warna kuning di bagian tubuh sudah tidak terlihat lagi, berubah menjadi cokelat. Ulat menggantung mengeluarkan serat tali, lalu bersiap menjadi kepompong.
  5. Fase kelima; dari kepompong, butuh waktu sekitar dua hari untuk menjadi kupu-kupu raja. Mereka hidup selama 23 hari, serta butuh waktu 1-2 jam untuk belajar terbang.

Menurut IUCN Red List, status konservasi T. helena berada pada level risiko rendah (least concern). Namun populasinya terus menurun, sehingga tergolong sebagai hewan dilindungi.

Taksonomi Spesies Troides Helena

Penulis : Yuhan al Khairi

Top
You cannot copy content of this page