Mengenal Elang Tikus, Satwa Dilindungi yang Mengagumkan

Reading time: 3 menit
Elang ini hobi berburu hewan pengerat layaknya tikus. Foto: Freepik

Seperti namanya, elang tikus gemar memburu hewan pengerat layaknya tikus. Mereka sering terlihat melayang di atas padang rumput terbuka, sehingga acap kali disalahartikan sebagai spesies kestrel atau alap-alap dari famili Falconidae.

Elang tikus berasal dari famili Accipitridae dan genus Elanus. Nama latinnya ialah E. caeruleus, serta masih berkerabat dengan elang bahu hitam Australia dan elang ekor putih Amerika.

Secara taksonomi, sudah jelas bahwa spesies E. caeruleus tidak berkerabat dengan alap-alap dari famili Falconidae. Pasalnya, mereka mempunyai DNA dan ciri fisik yang berbeda.

Kestrel memiliki sayap yang cenderung sempit dan runcing, serta iris mata berwarna gelap. Sedangkan spesies E. caeruleus mempunyai iris mata terang dan sayap yang membulat.

Morfologi dan Ciri-Ciri Elang Tikus

Elang tikus tergolong sebagai pemangsa diurnal berukuran kecil, dengan panjang tubuh sekitar 30 cm. Burung ini dapat kita tandai dari warna putih, abu-abu, dan hitam pada bulunya.

Selain itu, terdapat bercak hitam pada bahu burung tersebut. Bulu primernya juga berwarna hitam, ini terlihat sangat khas karena memiliki pola yang memanjang.

Saat dewasa, burung dengan nama asing black-winged kite itu memiliki bulu seperti mahkota pada punggungnya. Ada pula sayap pelindung dengan bagian pangkal ekor berwarna abu-abu.

Wajah, leher, dan bagian tubuh bawah berwarna putih. Paruhnya berwarna hitam dengan kaki berwarna kuning. Iris mata warna merah, sementara burung muda biasanya berwarna kuning.

Menurut IUCN Red List, status konservasi E. caeruleus berada pada kategori “least concern” atau risiko rendah. Tren populasinya cukup stabil, tetapi masuk dalam daftar Appendix II.

Habitat dan Distribusi Elang Tikus

Walau sering ditemukan di area padang rumput terbuka, cakupan habitat elang tikus meliputi kawasan semi-gurun di sub-Sahara Afrika dan wilayah tropis Benua Asia.

Selain itu, mereka juga dapat berpindah ke daerah pegunungan. Cakupannya meliputi dataran tinggi di Sikkim (3.650 meter), Nilgiris (2.670 meter), dan Nagaland (2.020 meter).

Namun, black-winged kite sejatinya bukan hewan pengembara. Mereka melakukan pergerakan pendek sebagai respon cuaca, seperti bermigrasi ke Ghat Barat saat musim dingin.

Setidaknya ada empat subspesies elang tikus yang berhasil ahli temukan di seluruh dunia. Dua di antaranya berada di Indonesia, dengan peta persebaran yang sangat beragam.

Subspesies Elanus Caeruleus

  • Subspesies E.c. caeruleus ditemukan di Semenanjung Iberian barat daya, seluruh daratan benua Afrika dan Arabia barat daya.
  • Subspesies E.c. vociferus berada di Timur Pakistan sampai bagian timur dan selatan China, serta wilayah Indochina dan Semenanjung Malaya.
  • Subspesies E.c. wahgiensis bermukim secara ekslusif di wilayah Pulau Papua.
  • Subspesies E.c. hypoleucus dijumpai di kawasan Pulau Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, wilayah Sunda Kecil, Kalao, dan Filipina.

Di Indonesia, spesies E. caeruleus masuk kategori sebagai hewan yang pemerintah lindungi lewat peraturan perundang-undangan. Hal ini tertuang pada Peraturan Pemerintah (PP) No 7 Tahun 1999.

Perilaku dan Kebiasaan Elang Tikus

Elang tikus hidup atau bersarang secara berkelompok pada pohon berdaun lebat. Dalam satu koloninya, jumlah individu yang dapat kita temukan berkisar 15–35 ekor.

Sarangnya sendiri terdiri atas susunan ranting pohon yang longgar. Sebagian besar sarang tersebut betinalah yang membuat. Lalu di sana ia meletakkan telur-telurnya.

Black-winged kite menghasilkan 3–4 telur dalam sekali berbiak. Musim kawinnya bervariasi tergantung wilayah, biasanya terjadi pada bulan Juni sampai Desember di Jawa Barat.

Pejantan akan mengeluarkan pekikan bernada tinggi atau siulan lembut seperti “whiip..whiip..” untuk memikat betina. Suaranya cukup bising, sambil terlihat berkejar-kejaran di udara.

Jantan dan betina punya tugas mengerami telur . Namun saat anak sudah menetas, hanya sang ayahlah yang bertugas untuk mencari makan, termasuk serangga, kadal, dan ular.

Taksonomi Elanus Caeruleus

Penulis : Yuhan al Khairi

Top

You cannot copy content of this page