Panus Neostrigosus, Jarum Tiram Ungu yang Berbulu Lebat

Reading time: 2 menit
Jamur ini sebaiknya masyarakat konsumsi saat usianya masih muda. Foto: Shutterstock

Panus neostrigosus merupakan spesies jamur yang unik, permukaannya memiliki bulu yang lebat dan berwarna keunguan. Meski terlihat “nyentrik,” jamur dari keluarga Polyporaceae ini nyatanya boleh kita makan, lho.

Jamur Panus neostrigosus sebelumnya bernama Lentinus strigosus. Cendawan ini dapat kita kenali dari bentuknya yang unik, berbatang pendek serta tampak seperti cangkang tiram.

Tak ayal, sebagian orang menjuluki jamur tersebut sebagai hairy oyster mushroom. Mereka dapat kita temukan di berbagai wilayah terutama di benua Asia, Eropa, sampai ke Amerika.

Di Tanah Air, salah satu habitat hairy oyster mushroom berada di Pulau Enggano, Bengkulu. Eksistensi terbilang cukup populer, walau sangat jarang dikonsumsi oleh masyarakat sekitar.

Morfologi dan Ciri-Ciri Panus Neostrigosus

Untuk mengetahui ciri-ciri Panus neostrigosus, maka kita dapat memerhatikan tiga bagian penting dari jamur tersebut; yaitu topi (cap), lamela (insang atau gills), serta tangkainya.

Melansir berbagai sumber, topi hairy oyster mushroom berukuran antara 2-6 cm. Bentuknya cembung dengan permukaan yang melipat (ujungnya), sehingga mirip seperti vas bunga.

Saat masih muda, bentuk Panus neostrigosus sangat mirip dengan jamur oyster (Pleurotus eryngii). Bedanya, cendawan ini berbulu keunguan dan berwarna putih di bagian ujungnya.

Bulu dan warna tersebut memudar seiring pertambahan usia. Awalnya warna tubuh jamur menjadi cokelat kemerahan, kemudian cokelat merah muda, sampai menjadi cokelat-jingga.

Batang hairy oyster mushroom tumbuh sepanjang 1-2 cm dengan lebar 1 cm. Lamela atau insangnya terletak di bagian batang, terlihat berwarna putih lalu berubah jadi kecokelatan.

Habitat dan Distribusi Panus Neostrigosus

Panus neostrigosus tergolong sebagai jamur saprobik yang tumbuh pada permukaan kayu keras. Inangnya merupakan orgamisme yang sudah mati, sehingga cenderung agak lembap.

Jamur berordo Poliporal ini berkembang biak secara berkelompok atau individu. Di negara empat musim, pertumbuhannya terjadi mulai dari musim semi sampai akhir musim gugur.

Amerika Utara adalah salah satu wilayah pertumbuhan hairy oyster mushroom di dunia. Di kawasan tersebut, cendawan ini terdistribusi mulai dari Illinois, Ohio, hingga ke Colorado.

Meskipun layak untuk dimakan, budi daya Panus neostrigosus terbilang sangat jarang. Fungi ini tidak tergolong sebagai komoditas pasar, sehingga memiliki nilai ekonomis yang rendah.

Apabila kita belah, daging jamur tampak keputihan dan bertekstur agak keras. Seratnya juga cukup banyak, tidak mengeluarkan bau yang khas namun memiliki cita rasa yang agak pahit.

Guna dan Manfaat Panus Neostrigosus

Tidak bisa dipungkiri, riset terhadap jamur Panus neostrigosus memang masih agak jarang. Sehingga potensi terbesar cendawan ini belum dapat diketahui dan perlu diteliti lebih lanjut.

Bagi pemburu jamur liar, jenis hairy oyster mushroom juga cenderung dihindari. Selain nilai ekonominya rendah, belum banyak yang mengetahui cara mengolah spesies fungi tersebut.

Merujuk berbagai jurnal, hairy oyster mushroom layak dikonsumsi saat usianya masih muda. Karena tekstur jamur tua cenderung sangat alot, rasanya pun lebih pahit dan mudah busuk.

Pada dasarnya, jamur memiliki peran penting dalam membantu menjaga kelestarian alam. Mereka bertugas membentuk serta membuat tanah lebih subur dengan cara dekomposisi.

Beberapa jenis jamur juga terlibat dalam pembuatan obat. Jamur-jamur tersebut diketahui mengandung senyawa aktif, yang bermanfaat untuk mengobati berbagai macam penyakit.

Taksonomi Hairy Oyster Mushroom

Penulis : Yuhan al Khairi

Top

You cannot copy content of this page