Eceng Gondok, Serba-serbi Gulma yang Kaya Guna

Reading time: 4 menit
Eceng Gondok
Serba-serbi Eceng Gondok, Gulma yang Kaya Guna. Foto: Shutterstock.

Tanaman eceng gondok (Eichhornia crassipes) tentu tidak asing lagi di tengah masyarakat. Salah satu jenis gulma atau tanaman pengganggu ini kerap mengapung di air atau berakar dalam tanah. Meski terkenal sebagai flora yang menggangu, nyatanya tanaman ini memiliki segudang manfaat lain yang berguna bagi kelestarian ekosistem sekitarnya. Jika demikian, mengapa tumbuhan ini tergolong sebagai gulma?

Dalam jumlah besar, tanaman yang sering disebut kelipuk – dalam dialek Palembang – digadang-gadang sebagai penyebab dari rusaknya biota air, tempat tanaman tersebut berkembang biak.

Namun seiring majunya ilmu pengetahuan, tanaman yang satu ini diketahui memiliki manfaat serta berguna untuk berbagai macam kebutuhan, seperti pakanan, industri hingga pelestarian alam.

Itu sebabnya, agar tidak keliru menilai flora satu ini, simak ulasan lengkapnya bersama Greeners.

Morfologi dan Ciri-Ciri

Ciri-ciri eceng gondok sebenarnya cukup mudah dikenali. Selain banyak ditemukan di rawa, danau dan sungai, salah satu kekhasan dari tumbuhan ini adalah siklus perkembangbiakannya yang cukup cepat.

Dikutip dari jurnal Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), setiap sepuluh tanaman eceng gondok mampu berkembang biak menjadi 600.000 tanaman baru dalam kurun waktu delapan bulan saja.

Berdasarkan morfologinya, tumbuhan yang satu ini terdiri dari helai daun, pengapung, leher daun, ligula, akar, akar rambut, ujung akar dan stolon sebagai tempat perkembangbiakan.

Benar sekali, tumbuhan yang pertama kali ditemukan di perairan Amazon ini memang tidak memiliki batang, sehingga tinggi reratanya diketahui hanya berkisar 0,4-0,8 meter saja.

Ciri-ciri eceng gondok lain yang bisa kita lihat adalah bentuk daunnya yang oval dan tunggal. Pangkal daun tersebut biasanya runcing dan menggelembung, dengan permukaan licin serta berwarna hijau.

Selain itu, tanaman ini juga memiliki bunga yang tergolong majemuk, berbentuk bulir dengan kelopak menyerupai tabung. Biji bunga ini umumnya berwarna hitam dan berbentuk bulat.

Ditambah lagi, buah dari bunga tersebut berongga tiga dan berwarna hijau. Akarnya yang menjuntai merupakan akar serabut lebat berwarna hitam dengan permukaan bercorak ungu.

Habitat Eceng Gondok

Ecek gondok umumnya bisa tumbuh di hampir seluruh area perairan. Bahkan, daya adaptasi tumbuhan ini tergolong sangat baik karena tahan cuaca ekstrem dari ketinggian dan juga arus air.

Kandungan zat hara, kedalaman air, salinitas, pH dan intensitas cahaya merupakan faktor penentu pertumbuhan Eichhornia crassipes. Semakin banyak, maka pertumbuhannya akan semakin cepat.

Secara umum, tumbuhan ini bisa hidup di tanah yang selalu tertutup air serta mengandung banyak makanan. Dengan daya tahannya, eceng gondok juga bisa hidup di tanah asam dan tanah yang basah. 

Di Indonesia sendiri terdapat tiga jenis eceng gondok, penggolongan tersebut biasanya berdasarkan pada lokasi pengembangbaikannya seperti eceng gondok sungai, rawa serta eceng gondok kolam.

Dampak Negatif Eceng Gondok

Sebelum membahas manfaat eceng gondok, ada baiknya kita mengetahui dampak negatif tumbuhan pengganggu ini. Ada beberapa hal yang perlu Anda antisipasi dari masifnya pertumbuhan kelipuk, yakni:

  1. Meningkatkan penguapan air;
  2. Mengurangi intensitas cahaya dan oksigen yang masuk ke air;
  3. Menyebabkan pendangkalan;
  4. Mengganggu kelancaran transportasi air; serta
  5. Mengurangi nilai estetika area perairan.

Empat dari dampak negatif kelipuk tersebut secara umum penyebabnya yakni pertumbuhan yang tidak terkontrol (terlalu lebat), sehingga mengganggu ekosistem perairan.

Dalam kasus estetika, biasanya tanaman ini menjadi sumber keluhan bagi mereka yang memiliki kolam-kolam dangkal seperti area kolam rumah, taman dan ruang publik lainnya.

Lantas, bagaimana cara menanggulanginya? Setidaknya, ada empat langkah yang bisa Anda lakukan, seperti:

Cara Penanggulangan:

  1. Menggunakan penyiang gulma atau herbisida. Untuk Anda yang belum tahu, herbisida adalah senyawa atau material yang petani sebarkan pada lahan pertanian, yang berguna menekan atau memberantas gulma yang menyebabkan penurunan hasil pertanian;
  2. Mengangkat tumbuhan eceng gondok tersebut secara langsung dari permukaan air;
  3. Memanfaatkan predator atau hewan pemakan eceng gondok layaknya ikan grass carp; dan
  4. Mengolah tanaman tersebut menjadi berbagai macam kebutuhan.
Mengenal Eceng Gondok – Ciri-Ciri, Dampak dan Manfaat

Walaupun reputasinya sebagai gulma, namun flora ini memiliki banyak manfaat. Foto: Shutterstock.

Manfaat Eceng Gondok

Jika laju pertumbuhan flora ini sudah tidak terkendali, maka akan sulit untuk menanggulangi serta memberantas tumbuhan pengganggu tersebut pada area peraian.

Sehingga, cara terbaik untuk “berdamai” dengan tumbuhan ini hanyalah dengan memanfaatkannya untuk beragam kebutuhan. Berikut beberapa manfaat flora ini.

1. Sebagai Pupuk Organik

Banyak orang memanfaatkan kelipuk sebagai pupuk organik. Gulma yang kaya akan kandungan asam humat ini efektif mempercepat pertumbuhan akar tanaman serta menyuburkan tanah.

2. Mengurangi Kadar Logam Berat pada Air

Untuk area perairan yang cukup besar layaknya waduk dan danau, manfaat eceng gondok dapat kita rasakan untuk mengurangi kadar logam berat, seperti Fe, Zn, Cu, Mn, Cd dan Hg.

3. Sebagai Pakan Ternak

Bagi para peternak, eceng gondok kerap mereka gunakan sebagai pakan hewan. Jenis ternak yang cocok dengan pakan ini juga beragam, mulai dari ruminansia (sapi, domba dan kambing), unggas dan kelinci.

4. Bahan Dasar Kerajinan Tangan

Dewasa ini, manfaat kelipuk sebagai bahan dasar industri kreatif dan rumahan terjadi cukup pesat. Banyak orang menggunakan tanaman ini sebagai anyaman untuk membuat kerajinan tangan.

Tidak hanya ampuh dalam menekan pertumbuhannya, pemanfaatan flora ini sebagai bahan dasar kerajinan tangan juga berdampak positif bagi laju ekonomi serta kelestarian lingkungan.

5. Manfaat sebagai Biogas

Terakhir, tanaman ini berpotensi menjadi biogas. Biogas adalah campuran gas yang tercipta dari proses fermentasi bahan organik oleh bakteri dalam keadaan anaerobik.

Dengan manfaatnya sebagai bahan baku biogas, kita dapat mengurangi limbah yang ada di permukaan bumi sekaligus menerapkan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.

Demikian ciri-ciri, dampak hingga manfaat eceng gondok yang bisa kita aplikasikan. Semoga artikel ini mampu membuka cakrawala kita terhadap tumbuhan ini, ya.

Taksonomi Eceng Gondok 

gulma

Penulis: Yuhan Al Khairi, Sarah R. Megumi

Top
You cannot copy content of this page