calendar
Sabtu, 22 September 2018
Pencarian
gulma
Eceng gondok atau enceng gondok (Eichhornia crassipes). Foto: wikimedia commons

Eceng Gondok, Gulma Penghasil Pakan Ternak

Flora

Eceng gondok atau enceng gondok (Eichhornia crassipes) adalah salah satu tanaman yang hidup mengapung di air dan kadang-kadang berakar dalam tanah. Eceng gondok merupakan gulma yang berpotensi untuk dijadikan pakan ternak, baik untuk ternak ruminansia (sapi, domba dan kambing) maupun nonruminansia (unggas) dan kelinci. Disamping memiliki manfaat sebagai pakan ternak, batang eceng gondok biasa dimanfaatkan sebagai bahan dasar anyaman.

Tanaman ini memiliki daya adaptasi yang besar dan dapat berkembang biak dengan cepat. Kecepatan pertumbuhan eceng gondok tergantung pada faktor lingkungan seperti kandungan zat hara perairan, kedalaman air, salinitas, pH dan intensitas cahaya. Di Indonesia, terdapat tiga jenis eceng gondok, yakni eceng gondok sungai, eceng gondok rawa, dan eceng gondok kolam.

Secara fisiologis eceng gondok secara tidak langsung memiliki peranan dalam mengatasi bahan pencemar perairan karena dapat bertahan hidup dengan cara membentuk rumpun. Selain itu, eceng gondok dapat menyerap logam berat dan mengurangi kadar logam berat di perairan waduk dan perairan danau seperti Fe, Zn, Cu, Mn, Cd dan Hg (Kemeneg LH, 2009).

gulma

Eceng gondok dianggap sebagai tanaman pengganggu (gulma) karena dapat berkembang biak dengan cepat. Foto: wikimedia commons

Ditinjau dari morfologinya tumbuhan eceng gondok terdiri atas helai daun, pengapung, leher daun, ligula, akar, akar rambut, ujung akar, dan stolon yang dijadikan sebagai tempat perkembangbiakan vegetatif (Aniek, 2003).

Eceng gondok memiliki tinggi sekitar 0,4 – 0,8 meter, tanaman ini tidak mempunyai batang. Daunnya tunggal dan berbentuk oval. Ujung dan pangkalnya meruncing, pangkal tangkai daun menggelembung. Permukaan daunnya licin dan berwarna hijau.

Bunganya termasuk bunga majemuk, berbentuk bulir, kelopaknya berbentuk tabung. Bijinya berbentuk bulat dan berwarna hitam. Buahnya kotak beruang tiga dan berwarna hijau. Akarnya merupakan akar serabut yang tumbuh subur dan lebat serta berwarna hitam dengan permukaan berwarna ungu.

Eceng gondok pada dasarnya adalah tanaman pengganggu (gulma) yang sangat mudah berkembang dan dapat menutup sebagian besar rawa. Peternak ikan dalam keramba harus sering membersihkan tanaman ini dari permukaan air di atas keramba ikan karena dapat mengurangi pasokan oksigen di dalam air.

Bagi nelayan, tanaman ini akan sangat mengganggu jalannya perahu dan proses penangkapan ikan dengan cara memancing ataupun menjala. Pengelola wisata juga akan terganggu dengan ledakan populasi eceng gondok karena dapat mengganggu putaran baling-baling perahu bermesin. Pemandangan di rawa juga terlihat kotor karena permukaan rawa tertutup hamparan tanaman ini sehingga akan mengurangi kenikmatan berwisata (dikutip pada laman iqmal.staff.ugm.ac.id).

Kendati eceng gondok merupakan gulma di perairan namun akan menguntungkan apabila dapat memanfaatkannya dengan sebaik mungkin. Jika dimanfaatkan, tentunya secara langsung dapat mengendalikan ekosistem di perairan seperti rawa dan mengurangi jumlah populasi gulma yang tidak terkendali.

gulma

 

Penulis: Sarah R. Megumi

Top