Penyu Tempayan, Simbol Laut Mediterania dan Yunani

Reading time: 2 menit
Penyu tempayan dapat kita temukan di hampir semua samudra yang beriklim sedang dan tropis. Foto: Inaturalist

Pernahkah kamu bertemu dengan penyu secara langsung di habitat aslinya? Di dunia terdapat tujuh jenis penyu, yang mana enam di antaranya dapat kita temui di perairan Indonesia. Salah satunya ialah penyu tempayan yang bernama Caretta caretta yang berasal dari famili Cheloniidae.

Melansir dari laman Florida Fish and Wildlife Conservation Commission, penyu merupakan salah satu makhluk hidup tertua di bumi yang telah ada sejak 110 juta tahun lalu, dan bentuknya tidak mengalami perubahan sejak dulu.

Penyu tempayan disebut sebagai simbol dari laut Mediterania dan Yunani. Hal ini karena mereka banyak ditemukan bertelur di sepanjang pantai Teluk Laganas. Di habitatnya penyu ini dapat bertahan hidup selama 30 hingga 62 tahun.

Morfologi dan Ciri-ciri Umum

Penyu tempayan memiliki kepala yang besar serta rahang yang kuat, mereka merupakan penyu bercangkang keras terbesar yang masih hidup hingga saat ini. Memiliki karapas berbentuk hati yang umumnya berwarna cokelat kemerahan dengan corak zaitun.

Sedangkan bagian plastron (bawah) berwarna krem hingga kuning dengan dua tonjolan memanjang yang akan menghilang seiring bertambahnya usia.

Selain itu, kulit tubuhnya berwarna kusam hingga cokelat kemerahan di bagian punggungnya, dan warna kuning sedang hingga pucat di tepiannya. Sementara itu, jantan memiliki kulit lebih cokelat dan kepala lebih kuning daripada betinanya. Pejantan juga memiliki karapas yang lebih lebar.

Saat masih kecil (tukik), mereka akan berwarna cokelat tua hingga cokelat kemerahan pada karapasnya, dan berwarna krem hingga cokelat kemerahan atau cokelat tua pada plastronnya. Dalam sekali bertelur, betina dapat menghasilkan 110 hingga 130 butir telur. Mereka dianggap telah dewasa (kematangan seksual) ketika panjang karapasnya lebih dari 90 cm.

Habitat dan Distribusi Penyu Tempayan

Seperti yang kita ketahui sebelumnya bahwa penyu umumnya hidup di air asin (laut). Betina dewasa penyu tempayan lebih menyukai pantai yang berarus kuat dan berombak tinggi serta pergi ke pantai untuk bertelur.

Sementara itu, penyu tempayan dapat kita temukan di hampir semua samudra yang beriklim sedang dan tropis: Samudra Atlantik, Samudra Hindia, Laut Mediterania, dan Samudra Pasifik dari Alaska hingga Chili, dan Australia hingga Jepang. Namun, selama musim dingin penyu tempayan akan bermigrasi ke perairan tropis dan subtropis.

Dilindungi dan Tak Boleh Diperdagangkan

Menurut Wallace et al. (2011), beberapa ancaman bagi penyu termasuk penyu tempayan ialah, penangkapan secara tidak sengaja oleh nelayan, pengambilan telur untuk konsumsi, pembangunan daerah pesisir, serta perubahan iklim.

Di Indonesia, penyu ini telah dilindungi oleh Permen LHK Tahun 2018 Tentang Jenis Tumbuhan Dan Satwa Yang Dilindungi. Selain itu, status konservasinya menurut IUCN ialah rentan (vulnerable). Perdagangannya dalam dunia internasional juga telah dilarang dalam segala bentuk oleh CITES dan termasuk kategori apendiks 1.

Taksonomi Penyu Tempayan

Penulis : Anisa Putri

Editor : Ari Rikin

Top