Sirih, Tanaman Sejuta Manfaat

Reading time: 5 menit

Kandungannya dipercaya sebagai obat penawar dalam menyembuhkan berbagai penyakit. Bukan hanya berkhasiat tinggi, pengobatan dengan ramuan daun sirih pun dirasakan lebih ekonomis karena tanaman ini mudah didapat. Sirih bisa tumbuh bebas di pekarangan rumah. Namun demikian, masyarakat boleh dibilang masih belum mengoptimalkan manfaat daun sirih dalam kehidupan sehari-hari.

Oleh Bangun Eko | Artikel ini diterbitkan pada edisi 03 Vol. 3 Tahun 2008

 

Tanaman sirih sudah dikenal keberadaannya sejak tahun 600 SM. Tanaman ini tumbuh di kawasan tropika Asia, Madagaskar, Timur Afrika dan Hindia Barat. Sirih merupakan tanaman merambat yang tumbuh di daerah lembab. Sejak zaman dahulu masyarakat di kawasan timur Indonesia memiliki kegemaran makan sirih. Hal ini didasarkan dari pernyataan Marcopolo pada abad ke-13 yang diperkuat pula oleh pernyataan serupa dari Ibn Batuta dan Vasco da Gama.
Selain sering digunakan untuk ramuan obat, sirih pun ternyata sering digunakan dalam upacara adat sebagai simbol. Daun sirih memiliki filosofi perlambang sifat rendah hati, memberi, serta senantiasa memuliakan orang lain. Makna ini ditafsirkan dari cara tumbuh sirih yang merambat pada para-para, batang pohon sakat, atau batang pohon api-api yang digemarinya, tanpa merusak batang atau apapun tempat ia hidup. Daun sirih yang lebat dan rimbun memberi keteduhan di sekitarnya.

“khasiat paling nyata dari tanaman ini ialah sebagai pembasmi jamur yang tumbuh mengganggu (anti jamur)”

Dalam ilmu biologi, sirih dikenal dengan nama latin piper betle lynn. Termasuk ke dalam famili piperaceae. Tanaman yang tumbuh secara merambat ini bisa mencapai ketinggian sampai 15 meter. Sirih merupakan tanaman jenis perdu, memiliki batang berkayu, berbuku-buku, bersalur serta berwarna cokelat kehijauan. Daunnya jenis daun tunggal, berbentuk bulat panjang dengan ujung meruncing, memiliki tekstur kasar bila diraba, tumbuh berselingan, serta berwarna kuning kehijauan sampai hijau tua. Panjang daunnya sekitar 5-15 cm dan lebar 2-10 cm, dapat dipetik ketika sudah terlihat setengah tua. Bunganya majemuk berbentuk bulir dan terdapat daun pelindung sekitar 1 mm bebentuk bulat panjang. Buahnya buah buni berbentuk bulat berwarna hijau keabu-abuan. Akarnya tunggang, bulat dan berwarna coklat kekuningan. Tanaman sirih akan tumbuh berkembang selama sekitar 1 tahun dari pembibitannya.

Tanaman sirih terdiri atas beberapa jenis yang dibedakan atas dasar bentuk daun dan aromanya, antara lain: Sirih Jawa, Sirih Banda, Sirih Merah, dsb. Sirih Jawa memiliki daun berwarna hijau tua dan rasanya tidak begitu tajam. Selain dapat ditemukan di Jawa, sirih ini juga dapat ditemui di daerah Maluku. Sirih Banda berdaun besar, rasa dan aromanya sengak, berwarna hijau tua dan kuning di beberapa bagian. Sirih Merah memiliki daun berwarna merah, berlendir bila disobek, namun memiliki aroma yang lebih wangi dibanding sirih hijau dan rasanya pahit.

Daun sirih memiliki kandungan kimia, di antaranya, eugenol, metil eugenol, karvakral, kavikal, alil katekal, kalribetol, sineol, estragol, karoten, tiamin, riboflavin, asam nikotinat, vitamin C, tanin, gula, pati, asam amino. Sirih mempunyai rasa yang pedas dan hangat. Rasa pedas dari daun sirih disebabkan oleh sejenis minyak (minyak atsiri) yang mengandung minyak terbang (betlephenol), seskuiterpen, pati, diatase, gula dan zat samak dan chavicol yang memiliki daya mematikan kuman, antioksidasi dan fungisida (anti jamur).

Top
You cannot copy content of this page