Burung Madi Hijau, Ahli Kamuflase yang Terancam Punah

Reading time: 3 menit
Hewan ini pintar berkamuflase di tengah rimbunnya dedaunan berkat bulunya yang berwarna hijau. Foto: Shutterstock

Burung madi hijau kecil pintar bersembunyi. Berkat bulu-bulunya yang berwarna hijau, hewan ini dapat berkamuflase di tengah rimbunnya dedaunan. Meski punya suara yang indah, hewan ini tidak terlalu cerewet seperti burung pengicau kebanyakan.

Madi hijau dikenal juga sebagai green broadbill. Hewan ini tergabung ke dalam famili Calyptomenidae dan genus Calyptomena, sehingga memiliki nama ilmiah Calyptomena viridis.

Sebelumnya, spesies satu ini dimasukkan ke dalam famili Eurylaimidae. Namun berkat riset DNA lanjutan, diketahui bahwa spesies C. viridis memiliki lebih banyak kemiripan dengan kelompok Calyptomena.

Genus Calyptomena sendiri membawahi tiga spesies burung, yakni C. viridis, C. hosii, dan C. whiteheadi. Ketiganya sama-sama berasal dari wilayah Indonesia, meski distribusi C. viridis terbilang paling luas.

Morfologi dan Ciri-Ciri Burung Madi Hijau

Burung madi hijau dapat kita kenali dari warna bulunya yang khas. Warna hijau tersebut sangat mirip dengan warna dedaunan, sehingga membantu menyamarkan eksistensinya saat sedang bertengger.

Tidak cuma hijau, bulu burung ini juga dihiasi oleh corak hitam pada bagian sayap dan telinganya. Corak pada sayapnya itu terlihat sangat unik karena membentuk seperti tiga garis yang melintang.

Dibandingkan tiga saudaranya, ukuran green broadbill memang tergolong yang paling kecil. Panjang tubuhnya cuma mencapai 17 cm, sedangkan dua spesies lainnya dapat berbiak hingga 20 cm lebih.

Spesies jantan dan betina tidak memiliki perbedaan yang terlalu besar. Namun corak burung betina biasanya lebih kusam, mereka juga tidak memiliki tanda hitam pada bagian sayap dan telinganya.

Paruh burung ini sangat kecil, bahkan hampir tidak terlihat karena tertutupi oleh bulu-bulu wajah. Kaki dan ekor mereka pun demikian, sedangkan kepala dan badannya terlihat membulat atau buntal.

Habitat dan Distribusi Burung Madi Hijau

Burung madi hijau dapat kita temukan di kawasan hutan primer dan sekunder, mulai dari dataran rendah sampai perbukitan dengan ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut (dpl).

Meskipun sangat jarang, di Pulau Sumatra hewan ini disebut-sebut dapat menjangkau wilayah berketinggian 1.700 meter dpl. Sedangkan di Kalimantan, jangkauan jelajahnya bisa mencapai 1.200 meter dpl.

Distribusinya sendiri terbagi berdasarkan habitat subspesiesnya. Kelompok ini setidaknya mempunyai tiga subspesies, dengan peta penyebaran sebagai berikut:

  • C. v. viridis tersebar di Pulau Sumatra, Nias, Pulau Batu, Kepulauan Lingga, Kepulauan Natuna Utara, dan Kalimantan
  • C. v. caudacuta tersebar di Myanmar selatan, Thailand barat daya dan Semenanjung Malaysia, termasuk kepulauan Rah dan Phuket
  • C. v. siberu tersebar di Kepulauan Mentawai meliputi wilayah Siberut, serta Pagai utara dan selatan.

Beberapa sumber menyebut bahwa green broadbill sempat ditemukan di Singapura dan Pulau Pinang. Namun populasinya semakin jarang terlihat, bahkan hampir bisa dikatakan punah.

Melansir IUCN Red List, status konservasi C. viridis berada pada kategori “near threatened” atau hampir terancam. Tren populasinya pun semakin menipis akibat deforestasi hutan dan kerusakan habitat.

Perilaku dan Kebiasaan Burung Madi Hijau

Burung madi hijau hidup secara soliter atau sendirian. Mereka acap kali terlihat bertengger pada tajuk pohon, berdiam diri sambil memantau makanan yang ada di sekitar hutan.

Jika berkicau, suara burung ini terdengar merdu dan menenangkan. Karena itu pula lah, banyak masyarakat yang tertarik memburu burung tersebut untuk dijadikan hewan peliharaan.

Di alam liar, green broadbill memakan buah-buahan dan spesies invertebrata. Mereka merupakan golongan burung penetap, yang melakukan perpindahan secara lokal mengikuti musim buah di hutan.

Di Pulau Sumatra, satwa ini berbiak pada bulan Januari hingga Juni. Sarangnya mirip seperti buah labu yang terbuat dari serat tumbuhan, menggantung di percabangan pohon setinggi 1–2 meter di atas tanah.

Betina menghasilkan 1–3 butir telur berwarna putih dalam sekali berbiak. Anak-anaknya tetap diasuh oleh sang induk saat masih kecil, sedangkan waktu pendewasaannya dicapai pada usia 22–23 hari.

Taksonomi Spesies Calyptomena Viridis

Penulis : Yuhan al Khairi

Top

You cannot copy content of this page