Tanaman Karnivora: Cara Perawatan si Pelahap Serangga

Reading time: 4 menit
Gambar tanaman karnivora Nepenthes x ventrata, atau monkey cup.
Gambar tanaman karnivora Nepenthes x ventrata, atau monkey cup. Foto: Shutterstock.

Sering kita saksikan dalam dokumenter karena sifatnya yang begitu unik, inilah tanaman karnivora. Greeners membahas lima jenis tanaman ini dan cara perawatannya, bagi Anda yang ingin memelihara mereka di rumah.

Tanaman Pemakan Serangga dan Protozoa

Era pandemi yang tak kunjung usai membuat setiap orang memutar otak. Orang-orang berusaha untuk tetap produktif selama di rumah demi menghindari bepergian karena virus Covid-19 yang menghantui. Muncullah berbagai macam kegiatan yang saat ini mulai menjadi kegemaran banyak orang, salah satunya adalah bercocok tanam. Bercocok tanam adalah kegiatan yang menguntungkan. Selain bermanfaat bagi kesehatan mental, kita juga bisa mendapatkan hasil dari usaha kita mengelola tanaman yang kita miliki. Misalnya seperti hasil panen, mempercantik rumah, dan lain-lain. Saat ini, kebanyakan orang memilih untuk menanam tanaman hias, sayuran, atau buah-buahan. Padahal ada jenis tanaman yang menarik dan tidak biasa untuk orang-orang yang hobi bercocok tanam, yaitu tanaman karnivora.

Darwin dalam Insectivorous Plants menuliskan, tanaman karnivora adalah tanaman yang memperoleh sedikit atau sebagian besar energi dan kebutuhan nutrisinya dari jaringan hewan seperti serangga dan protozoa. Tanaman ini bisa kita temukan secara umum di berbagai lokasi di dunia, maka dari itu sangat besar peluang untuk kita menanam dan merawatnya di rumah. Menyadur dari Gardeners’ World, berikut adalah beberapa jenis tanaman karnivora dan cara untuk merawatnya.

Lima Jenis Tanaman Karnivora dan Cara Perawatannya

1. Dionaea muscipula, Tanaman Karnivora Pemakan Lalat

Tanaman ini dapat memikat lalat untuk hinggap di perangkapnya, sampai akhirnya lalat itu menjadi makanannya karena

Tanaman karnivora Dionaea muscipula

Dionaea muscipula memikat dan memangsa lalat. Foto: Shutterstock.

 biasanya memiliki 3 rambut halus yang sangat sensitif di tiap sisi perangkapnya, dan ketika 2 dari rambut halus tersebut merasakan adanya rangsangan dalam waktu 30 detik, maka perangkapnya akan menutup.

Cara perawatan tanaman karnivora ini yaitu dengan menyuplai banyak cahaya. Sebisa mungkin meletakkan Dionea muscipula di luar rumah yang terkena paparan sinar matahari. Selain itu, pot yang berisi tanaman Dionaea muscipula harus selalu teredam air murni, misalnya dengan air sulingan atau air hujan.

2. Drosera binata var. multifida

Biasa kita kenal dengan sundew daun bercabang. Jenis tanaman karnivora yang satu ini memiliki daun yang menjuntai dan bertentakel merah, yang terlihat hampir mirip dengan pakis. Mereka menjebak mangsa dengan sekresi manis yang berkilau dan akan menempel pada serangga atau mangsa lainnya. Spesies ini mampu membengkokkan daun dan tentakelnya di sekitar mangsa yang terperangkap, yang memungkinkan lebih banyak enzim pencernaan yang bersentuhan untuk mempercepat pencernaan.

Penanamannya dapat kita lakukan di keranjang gantung, dan jika Anda dapat menjaga tanahnya tetap lembap, maka cara ini merupakan cara terbaik untuk memamerkan daun bercabang yang menarik dan bisa menjuntai ke bawah.

Drosera binata tumbuh dengan baik di bawah sinar matahari penuh dan media yang netral sampai asam dan miskin nutrisi. Lakukan penyiraman berkala pada tanaman ini, idealnya dengan menggunakan air hujan. Tanaman karnivora ini juga ada di Indonesia dan cocok dengan iklim tropis.

3. Nepenthes x ventrata, Tanaman Karnivora Berkantong

Spesies ini adalah tanaman kantong semar yang berasal dari hutan di Asia Tenggara, India, Madagaskar, dan Australia yang terkenal dengan nama ‘Monkey Cups’, karena kebiasaan monyet minum dari kendi. Kantong ini sebenarnya adalah mutasi daun yang telah berevolusi untuk menarik dan kemudian menjebak serangga. Setelah terperangkap, serangga jatuh ke dalam cairan di dasar kantong dan nutrisinya dapat tercerna dan terserap ke dalam tanaman.

Jika mendapatkan jumlah cahaya yang tepat, atau kamar mandi yang lembap dapat menjadi tempat yang tepat untuk mereka, karena spesies ini termasuk yang paling mudah untuk tumbuh. Namun, untuk hasil terbaik, tanam Nepenthes x ventrata pada suhu kamar di pot atau keranjang gantung dengan kompos yang miskin akan hara. Simpan di tempat yang terang tetapi jauh dari sinar matahari langsung. Tidak perlu memberi tanaman ini makan, ia akan menangkap makanannya sendiri.

Baca juga: Empat Puluh Persen Flora Dunia Terancam Punah

4. Sarracenia minor ‘Okefenokee Giant’

Tutup kantong kecil yang ada pada tanaman ini membentuk kanopi berkubah di atas jebakannya, dan bagian belakangnya terdapat banyak bintik putih yang dapat membantu tanaman ini menarik mangsa. Tanaman ini memiliki ukuran dengan tinggi kurang lebih 80cm dan menyebar 20cm. untuk hasil terbaik, tanam di kompos yang miskin nutrisi dan jaga agar tetap lembap setiap saat. Jika Anda hidup di negara yang memiliki musim dingin, biarkan tanaman ini mati pada musim tersebut dan singkirkan dedaunan yang mulai cokelat. Jaga kompos tetap lembap tetapi jangan terlalu banyak air. Tanaman ini harus butuh yang sedang-sedang saja, tidak boleh terlalu panas atau juga terlalu dingin.

5. Utricularia alpina

Tanaman ini memiliki jaringan batang bawah tanah yang biasa terkenal dengan sebutan stolon. Pintu jebakan untuk mangsa ada pada stolon. Di bagian luarnya terdapat bulu-bulu pemicu seperti Venus Flytrap, namun agak berbeda karena bulu pemicu pada Utricularia lebih mekanis. Ketika bulu-bulu ini merasakan sentuhan, pintu jebakan akan terbuka dan menghisap mangsa terdekat yang biasanya terdiri dari protozoa. Untuk berfotosintesis, stolon menghasilkan pucuk daun yang menembus permukaan tanah.

Suhu yang baik untuk tanaman ini adalah sekitar 21 hingga 27 derajat celcius dan kadar kelembapan lebih dari 60%. Tanaman ini bisa tumbuh dalam cahaya redup ataupun terang. Namun jika bertumbuh dalam cahaya redup akan menghasilkan daun yang jauh lebih besar. Menumbuhkannya dalam pot jaring adalah hal yang baik karena stolon menyukai sirkulasi udara yang bagus. Sebagian besar penanam berhasil dengan kombinasi lumut Sphagnum berserat panjang, Sphagnum hidup, dan agregat seperti bongkahan kulit kayu dan perlit.

Meskipun banyak tantangan untuk memelihara tumbuhan karnivora, tetapi Anda jadi semakin ahli dalam bercocok tanam. Seiring pertumbuhan tanaman karnivora, Anda akan belajar banyak karena perawatan tanaman karnivora lebih kompleks dibanding tanaman hias, sayuran atau tumbuhan. Dengan mempelajari dan merawat tumbuhan karnivora, Anda pun tidak bosan di rumah karena sibuk bercocok tanam. Selamat mencoba!

Penulis: Agnes Marpaung

Editor: Ixora Devi

Top
You cannot copy content of this page