Beri Nutrisi Tanaman dengan Pisang? Bisa banget!

Reading time: 3 menit
Potongan kulit pisang direndam air. Foto: Arza Azima/greeners.co

Ingin menghemat uang namun tetap mendukung pertumbuhan kebun Anda supaya lebih sehat? Salah satu cara termudah untuk melakukannya adalah dengan mengolah pisang yang membusuk dan kulitnya. Bahan organik sisa makanan rumah tangga ini dapat menjadi solusi alami untuk beri nutrisi tanaman secara berkelanjutan!

Kandungan Nutrisi dalam Pisang

Seperti semua buah, pisang juga mengandung nutrisi. Yang membuatnya spesial, Anda dapat mendaur ulangnya kembali ke kebun Anda untuk meningkatkan kesuburan tanaman dan tanah. Ini karena Pisang kaya akan mineral kalium. Mineral ini membantu untuk mendorong pertumbuhan tanaman. Ia juga membangun ketahanan terhadap hama dan penyakit. Selain itu, olahan pupuk cair kulit pisang membuat perkembangan buah lebih baik. Kandungan kalium dalam pupuk cair kulit pisang juga mengatur sekitar 50 enzim dalam sebuah tanaman; serta membangun turgor (atau tegaknya batang dan ketebalan dinding sel) yang merupakan kekuatan tanaman. Ini sangat penting untuk tanaman seperti staghorn yang menggantung di batang pohon dan sayuran vertikal seperti daun bawang, dan tanaman berbuah.

Selain kalium, mineral lainnya yang ada pada pisang adalah fosfor. Mineral satu ini sangat memengaruhi pembuahan dan pembungaan. Ia sangat penting untuk pertumbuhan akar dan tunas yang baik. Fosfor juga membantu penyerbukan. Mineral ini sangat penting dalam perkecambahan dan kelangsungan hidup benih.

Mineral yang paling penting di dalam tanah, yaitu kalsium; juga terdapat dalam pisang. Kalsium adalah ‘bahan’ dari dinding sel yang berkaitan dengan perkembangan akar dan titik batang yang tumbuh. Mineral ini membantu ‘membuka’ tanah untuk memungkinkan menerima lebih banyak oksigen.

Mengolah Pisang Sebagai Sumplemen Makanan Tanaman dengan Larutan Air Pisang

Rendam kulit pisang segar dalam air selama satu sampai dua hari. Kemudian, gunakan air dengan nutrisi yang telah larut di dalamnya untuk menyirami staghorn Anda (atau tanaman lain). Jangan biarkan kulitnya terbuang percuma!

Nutrisi Tanaman dengan olahan kulit pisang. Foto : Arza Azima/Greeners.co

Beri Nutrisi Tanaman dengan Pisang: Menambahkan Kulit Pisang ke Tanah

Potong kulit pisang dan tambahkan ke kompos atau peternakan cacing Anda. Mikroba akan membantu mengubah bahan organik yang kaya nutrisi ini menjadi makanan nabati. Anda juga bisa memasukkannya ke dalam tanah di sekitar tanaman lain untuk meningkatkan aktivitas alami tanah dan menarik cacing. Selain itu, Anda dapat mengangkat mulsa di sekitar tanaman pot Anda dan tambahkan kulitnya di atas tanah atau campuran pot. Kemudian ganti mulsa. Metode pemupukan ini dikenal dengan istilah ‘side dressing‘.

Anda dapat menambahkan kulitnya ke tanaman pot apa pun di bawah mulsa untuk melepaskan nutrisi secara perlahan. Semakin kecil Anda memotong kulit pisang, semakin besar pula luas permukaan mikroorganisme yang bekerja. Kulit pisang juga lebih cepat rusak untuk memberi makan tanaman Anda.

Olah Kering-Cincang untuk Beri Nutrisi Tanaman dengan Pisang 

Jika tanaman Anda berada di dalam ruangan atau di dekat rumah dan Anda khawatir kulit pisang menarik lalat buah, ada alternatif yang mudah. Pertama, keringkan potongan pisang dalam oven dalam jangka waktu perlahan. Lalu, gunakan untuk tanaman Anda.

Anda juga bisa meletakkan pisang kering yang telah dipotong di bawah sinar matahari untuk dikeringkan selama satu atau dua hari menjadi “keripik pisang”. Sebarkan potongan pisang kering di tengah tanaman dan siram. Anda juga bisa menguburnya di tanah pot tanaman.

Jika Anda menanam tanaman baru atau menanam kembali, Anda bisa mencampurkannya ke dalam sphagnum moss atau lumut pengikat air. Setiap kali Anda menyiram atau hujan, pisang kering tersebut akan memberikan nutrisi dengan melepasnya secara perlahan.

Kulit Pisang di Batang atau Papan Belakang

Jika menanam jenis tanaman staghorn, elkhorn, anggrek, atau tanaman serupa; letakkan seluruh kulit pisang di antara tanaman dan papan belakang atau batang pohon tempat penyangga.

Dengan menempatkannya pada posisi ini, kulit pisang lambat laun akan membusuk dan perlahan melepaskan unsur hara saat Anda menyiram tanaman atau hujan.

Baca juga: Pupuk Organik Cair Hasil Olahan Sampah Pasar

5 Tips Menggunakan Pisang sebagai Pupuk Organik DIY

1. Apakah pisang yang busuk karena terlalu lama Anda simpan akan langsung Anda buang? Jangan menyia-nyiakannya. Cukup bekukan pisang tersebut. Saat Anda memiliki waktu untuk mengerjakan kebun Anda, bersihkan pisang dan tambahkan ke tanah di sekitar pangkal tanaman Anda.

2. Simpan pisang atau kulitnya dalam kantong yang tertutup rapat di lemari es sampai Anda siap menggunakannya. Idealnya, taburkan butiran bokashi ke atas kulit pisang yang sudah terpotong-potong, untuk membantu proses penguraiannya. Mikroba ini juga bermanfaat untuk membantu mempercepat pembusukan.

3. Semprotkan potongan pisang dan atau kulitnya dengan rumput laut yang diencerkan. Ini memberikan ‘makanan’ tambahan untuk mikroba yang akan membantu memecah pisang lebih cepat. Sehingga nutrisinya bisa diserap oleh tanaman.

4. Kombinasikan dengan pupuk buatan sendiri lainnya seperti kulit telur yang dihancurkan dan ampas kopi untuk efek yang lebih besar.

5. Gunakan pisang (utuh atau kulitnya) sebagai bahan penyubur tanah. Mereka adalah sumber bahan organik yang kaya sehingga menambah mineral yang berharga bagi pekarangan Anda. Bahan organik yang membusuk menarik mikroorganisme bermanfaat (mikroba) dan cacing tanah.

Sumber:

The Micro Gardener

Top
You cannot copy content of this page