H&M Luncurkan Koleksi Busana dari Kulit Jeruk, Daun Nanas dan Ganggang

Reading time: 2 menit
Conscious Exclusive
Koleksi H&M Conscious Exclusive 2019 . Foto: H&M

Saat ini produsen pakaian tak henti-hentinya menawarakan produk inovasi eco-fashion dalam produk andalan mereka. Inovasi ini juga dilakukan oleh perusahaan pakaian multinasional H&M yang terus mengembangkan bisnisnya ke arah keberlanjutan.

Melalui koleksi Conscious Exclusive yang telah diluncurkan pada 11 April 2019, perusahaan pakaian raksasa asal Swedia ini menawarkan pakaian untuk musim semi dengan bahan dari kulit jeruk, daun nanas dan ganggang.

Dilansir dari Vegconomist, koleksi pakaian Conscious Exclusive dibuat dari berbagai bahan organik diantaranya Piñatex yaitu bahan alternatif kulit yang terbuat dari daun tanaman nanas, serat tekstil oranye yang terbuat dari kulit jeruk dan bahan BLOOM Foam yang terbuat dari ganggang.

H&M

Koleksi H&M Conscious Exclusive 2019 . Foto: H&M

Dalam proses pengumpulan bahan, H&M memanfaatkan limbah industri buah-buahan untuk mendapatkan bahan Piñatex dan serat tekstil oranye. Sedangkan untuk bahan BLOOM Foam, busa fleksibel ini dibuat dengan menggunakan ganggang yang perkembangannya berisiko tinggi di sumber air tawar.

“Kami sangat senang memperkenalkan material berkelanjutan berbasis nabati baru untuk membuat busana berkinerja tinggi, indah dan modis namun begitu mudah dipakai,” ujar Ann-Sofie Johansson selaku Creative Advisor perusahaan H&M dalam siaran pers.

H&M

Koleksi H&M Conscious Exclusive 2019 . Foto: H&M

Komitmen H&M dalam keberlanjutan tidak berhenti pada koleksi ini saja. Menurut Isak Roth, global sustainability manager H&M, perusahaannya menggunakan koleksi ini sebagai titik awal untuk tujuan jangka panjang mereka dengan menggunakan “hanya 100% bahan yang dapat didaur ulang atau bahan yang bersumber secara berkelanjutan lainnya pada tahun 2030.”

Melalui inovasi bahan pakaian yang ramah lingkungan, H&M berharap kedepannya dapat mengurangi jejak karbon perusahaanya. Adapun langkah hijau lainnya dari H&M seperti program daur ulang pakaian di tokonya dan mendorong pelanggan untuk membawa pakaian lama yang akan diubah menjadi produk baru atau dibuang dengan cara yang bertanggung jawab.

Dalam beberapa tahun terakhir H&M telah berinvestasi lebih banyak dalam upaya keberlanjutan. Sejauh ini 57% pakaiannya berasal dari bahan daur ulang atau bersumber secara berkelanjutan. Selain itu, H&M berjanji untuk menghilangkan plastik yang tidak dapat didaur ulang dan bermasalah dari rantai pasokannya pada tahun 2025.

Penulis: DS/G43

Top
You cannot copy content of this page