Kandungan Kafein Tak Hanya Ada dalam Segelas Kopi Lho !

Reading time: 3 menit
Cokelat berasal dari biji kakao berkafein alami. Foto: Health.com

Banyak orang memanfaatkan kafein untuk meningkatkan energi setiap hari. Bahkan, 85 % populasi di Amerika Serikat memiliki ketergantungan terhadap kafein dalam segelas minuman kopi setiap hari lho! Namun ternyata, kandungan kafein tak hanya ada di dalam kopi.

Rupanya kafein merupakan obat perangsang psikoaktif yang mempercepat sistem saraf pusat dan dapat membantu merasa lebih terjaga dan waspada.

Kandungan kafein secara alami terdapat pada biji, daun, dan kacang-kacangan dari beberapa tanaman. Termasuk kakao, biji kopi, biji guarana, hingga daun teh. Namun, ada pula tanaman yang mengandung kafein dengan nutrisi seperti antioksidan. Misalnya, kopi atau espresso, teh, biji cokelat, dan yerba.

Kendati demikian, perhatikan sejumlah hal penting untuk dapat mengambil manfaat positif dari kafein. Salah satunya perhatikan jumlah kadar kafein untuk meningkatkan energi, konsentrasi, dan kinerja atletik.

Beragam Kandungan Kafein 

Rekomendasi konsumsi kafein per hari hanya sekitar 400 miligram. Lebih dari batas itu akan memberikan efek samping seperti kecemasan, sakit kepala, insomnia, palpitasi jantung, dan tekanan darah tinggi.

Berikut beberapa jenis makanan yang mengandung kafein disertai jumlah kandungannya.

1. Cokelat

Cokelat berasal dari biji kakao berkafein alami, sehingga dapat mengandung jumlah kafein yang bervariasi. Persentase kakao dalam jumlah tinggi berbanding lurus dengan kandungan kafein di dalamnya.

Cokelat hitam misalnya lebih berkafein karena kandungan kakao yang lebih tinggi antara 45 % dan 85 % kakao. Sedangkan, cokelat susu memiliki jumlah kafein yang lebih rendah karena umumnya mengandung 10 % hingga 30 % kakao.

2. Kopi Tanpa Kafein

Jangan terkecoh dengan namanya dan bukan berarti nol kafein. Secangkir kopi tanpa kafein seberat 8 ons mungkin mengandung 2 miligram hingga 15 miligram kafein.

Penelitian menunjukkan bahwa minum kopi, baik kopi tanpa kafein atau berkafein memiliki risiko lebih rendah terkena diabetes tipe 2, jika dibandingkan dengan tidak minum kopi apapun.

3. Matcha

Matcha Jepang berasal dari daun tanaman Camellia sinensis, tetapi tersedia dalam bentuk bubuk. Teh hijau seduh lainnya dapat mengandung sekitar 29 miligram kafein per cangkir. Akan tetapi, matcha mengandung sedikit lebih banyak yaitu 19 miligram hingga 44 miligram kafein per gram atau hingga 88 miligram per sendok teh sajian bubuk.

4. Snack Bar

Snack bar memberikan kebutuhan energi dalam tubuh. Ini tak lain berasal dari berbagai bahan di dalamnya seperti buah-buahan kering, kacang-kacangan, dan pemanis lainnya.

5. Es krim

Kebanyakan es krim biasanya mengandung tidak lebih dari lima miligram kafein. Ini karena penambahan susu, krim, dan gula pada es krim mengencerkan sebagian besar bahan berkafein.

Ada sedikit pengecualian di sini, yakni es krim rasa kopi, mocha, atau cokelat cenderung memiliki kandungan kafein yang lebih tinggi. Hal ini karena pembuatannya menggunakan kopi dan biji kakao.

6. Kombucha

Kombucha adalah sejenis teh fermentasi yang dibuat dari teh hitam, hijau, dan terkadang teh oolong dan mengandung kafein. Jumlah kafein dalam kombucha seringkali bervariasi berdasarkan cara pembuatan dan merek pembuatnya. Tetapi kafein cenderung menurun selama proses fermentasi. Beberapa kombucha bisa mengandung lima hingga 15 miligram kafein per porsi.

7. Suplemen Olahraga

Suplemen olahraga bertujuan untuk meningkatkan energi saat berolahraga. Beberapa bahan dalam suplemen ini umumnya dapat meliputi kafein, kreatin, dan asam amino.

8. Soda Non-Cola

Soda cola memang berwarna lebih gelap daripada soda non-cola. Namun soda non-cola mengandung kafein. Beberapa soda yang lebih ringan, seperti soda jeruk atau jeruk nipis juga mengandung kafein.

Sebotol cola gelap standar 16,9 ons dapat mengandung sekitar 47 miligram kafein. Sementara soda berwarna lebih terang dapat mengandung sebanyak 78 miligram kafein per botol.

9. Penghilang Rasa Sakit

Beberapa merek obat penghilang rasa sakit yaitu ibuprofen dan aspirin yang dijual bebas mengandung sejumlah kafein.

Selain meningkatkan tingkat energi, kafein juga dapat berperan dalam menghilangkan rasa sakit. Kafein dapat mengurangi aliran darah. Ketika aliran darah dibatasi, ini dapat membantu meringankan rasa sakit di tubuh.

Jumlah kafein dapat berkisar antara 100 miligram dan 150 miligram per dosis dua tablet bergantung pada penggunaan obat pereda nyeri.

Penulis : Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

Sumber : Health

Top

You cannot copy content of this page