Lima Cara Mengelola Eco-anxiety

Reading time: 3 menit
Lima Cara Mengelola Eco-anxiety
Lima Cara Mengelola Eco-anxiety. Foto: shutterstock.com

Krisis iklim tidak hanya berakibat pada lingkungan, tetapi juga pada kesehatan mental secara tidak langsung. Kesehatan mental tersebut menyangkut kecemasan yang disebabkan oleh kesadaran atau pemahaman tentang masalah lingkungan (Eco-anxiety).

Eco-anxiety merupakan istilah yang sering digunakan, tapi keliru jika tak digunakan dengan sesuai. Ini bukan penyakit atau gangguan, melainkan reaksi yang normal,” kata Sarah Niblock dari Dewan Psikoterapi Inggris (UKCP).

Dilansir dari publikasi Asosiasi Psikologi Amerika (APA), krisis iklim berdampak pada kesehatan mental akut terutama dalam peningkatan trauma dan syok, gangguan stres pasca trauma (PTSD), stres, cemas, dan depresi. Sementara dampak pada kesehatan fisik berupa gangguan tidur, sistem imun, dan pencernaan, bahkan juga memori.

Untuk mencegah kecemasan lingkungan, Greeners merangkum lima pendekatan dari New Scientist untuk menghadapinya.

Cara Mengelola Eco-anxiety

Membatasi konsumsi. Foto: www.freepik.com

1. Hidup selaras dengan nilai-nilai pribadi

Dampak tindakan dari setiap individu bisa sangat kecil. Namun, ahli psikoterapi Mary Jayne Rust menyarankan, dengan mengubah gaya hidup lebih sesuai nilai-nilai pribadi akan membantu menghadapi kecemasan lingkungan.

Para peneliti Graham Institute, Imperial College London, merekomendasikan beberapa cara seperti mengurangi konsumsi daging dan produk susu, memanfaatkan transportasi umum, dan berhenti membeli banyak barang. “Kita hidup dalam masyarakat yang terbiasa membuang sesuatu, mengonsumsi lebih banyak dari yang dibutuhkan. Itu tidak membuat kami bahagia,” kata Neil Jennings, salah satu peneliti Graham Institute.

Top
You cannot copy content of this page