Lima Cara Mengurangi Limbah Gawai

Reading time: 3 menit
Jual atau Donasikan Gawai Bekas Pakai
Jual atau Donasikan Gawai Bekas Pakai. Foto: shutterstock

Di era digitalisasi ini, ketergantungan masyarakat pada gawai tidak dapat dinafikan. Keterikatan kita pada gawai pun pada akhirnya menjadi bumerang bagi lingkungan hidup. Limbah gawai dan limbah elektronik lain yang dikenal juga dengan nama e-waste mulai menggunung di tempat pembuangan akhir.

Greenchild Magazine menulis, setiap tahun jutaan ton limbah elektronik berakhir di tempat pembuangan akhir. Limbah seperti ponsel, komputer, televisi, dan baterai seharusnya dapat didaur ulang. Pada kenyataannya, mayoritas gawai tersebut berakhir sebagai sampah.

Hanya 20 persen dari limbah elektronik berhasil didaur ulang. Delapan puluh persen lainnya dibiarkan di tempat pembuangan akhir yang kemudian akan mengontaminasi udara, tanah, air, dan tentu saja akan berpengaruh pada manusia serta hewan liar.

Sebagai konsumen gawai elektronik, ada beberapa cara yang dapat kita terapkan guna mengurangi produksi sampah elektronik rumah tangga. Berikut lima di antaranya.

1. Jual atau Donasikan Gawai Bekas Pakai

Apabila gawai Anda masih dalam keadaan baik, masih menyala dan berfungsi, pertimbangkan untuk menjualnya kembali. Pilihan ini paling efektif karena dengan menjual gawai bekas, Anda pun mendapatkan pemasukan tambahan.

Bila gawai masih dalam kondisi baik, namun tidak punya waktu untuk menjualnya, Anda dapat memberikan gawai bekas tersebut pada orang yang membutuhkan. Perhatikan orang-orang di sekitar Anda, barangkali ada yang memerlukan gawai yang hendak dibuang.

Bila Anda memilih untuk menjual atau mendonasikan gawai bekas, jangan pernah lupa untuk menghapus semua data pribadi dan mengembalikan mode gawai seperti saat dibeli (reset). Hal ini sangat penting dilakukan untuk menjaga data pribadi Anda.

Baca juga: Potensi Limbah Elektronik di Indonesia Sangat Besar

Top