Medina Kamil, Status Taman Nasional Tambora Jangan Hanya Seremonial

Reading time: 1 menit
Medina Kamil. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Jakarta (Greeners) – Peresmian Gunung Tambora sebagai Taman Nasional di Nusa Tenggara Barat mendapatkan perhatian dari presenter cantik Medina Kamil. Perempuan berdarah Sumatera Barat ini mengaku senang atas status baru yang akan disandang Gunung Tambora.

Meski demikian, perempuan yang akrab disapa Nana ini berharap, peresmian Gunung Tambora sebagai taman nasional tidak berhenti sebagai seremonial belaka. Peresmian yang akan dilaksanakan pada tanggal 11 April 2015 mendatang tersebut, menurut Nana, seharusnya dapat menjadi titik balik pengelolaan kawasan taman nasional, mengingat peristiwa letusan Gunung Tambora tidak hanya memengaruhi Indonesia melainkan juga dunia.

“Letusannya itu legendaris banget. Seluruh dunia mengakui bahkan sampai dirayakan,” katanya saat ditemui oleh Greeners usai mempromosikan film terbarunya di Jakarta, Jumat (03/04) lalu.

Anak bungsu dari empat bersaudara ini juga mengaku khawatir jika setelah Gunung Tambora diresmikan menjadi taman nasional, kawasan gunung ini malah hancur karena banyak pendaki yang datang.

Masih berkaitan dengan gunung, Nana yang merupakan alumnus Fakultas Hukum di Universitas Pancasila, kini tengah mempromosikan film terbarunya “Aksa 7”. Film bergenre dokumenter ini mengisahkan penjelajahan tujuh puncak gunung di Indonesia yang dilakukan oleh sekelompok anak muda pekerja film dan aktivis lingkungan. Mereka semua memiliki semangat dan kecintaan terhadap Indonesia dan sumber dayanya.

Menurut Nana, film ini mencoba mengajak masyarakat, khususnya para pecinta alam, untuk menjadi pendaki yang baik. Selain itu, digambarkan pula bagaimana menguatkan solidaritas antar pendaki dan pentingnya berkomunikasi dengan masyarakat yang tinggal di sekitar tempat pendakian.

Misi dalam film ini, lanjutnya, adalah mengenalkan alam, budaya, dan lingkungan hidup Indonesia lewat media film. Tujuh gunung yang dimaksud dalam film ini, yaitu Gunung Kerinci di Sumatra, Gunung Semeru di Jawa, Gunung Rinjani di NTB, Gunung Bukit Raya di Kalimantan, Gunung Latimojong di Sulawesi, Gunung Binaiya di Maluku, dan Gunung Cartens Pyramid di Papua.

Penulis: Danny Kosasih

Top