B-Wise, Lampu Berkelanjutan Berbahan Jamur Miselium

Reading time: 2 menit
Lampu gantung ini menarik dan unik. Foto: Yankodesign

Sekilas, lampu gantung B-Wise ini terlihat unik namun kumuh. Namun jangan salah, meski terkesan seperti itu, lampu ini 100 % berkelanjutan. Bahan lampu berkelanjutan ini pun unik dari miselium.

Di tangan desainer Myceen, lampu gantung ini tak sekadar sebagai penerang, tapi juga berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Singkat cerita, kap lampu berkelanjutan ini berbahan dasar miselium-bagian vegetatif dari jamur. ‘B-Wise’ ini resmi diluncurkan tahun ini dalam ajang Dutch Design Week.

Lampu gantung berukuran lebar 60 cm ini terbuat dengan memanfaatkan cetakan kosong. Desainer kemudian mengisinya dengan perpaduan miselium dan limbah bahan organik dari industri kayu dan pertanian termasuk serbuk gergaji dan jerami. Miselium nantinya akan memakan limbah organik ini.

Menariknya, hanya dalam waktu lima minggu saja miselium tumbuh menjadi bentuk kapang dan kemudian dikeluarkan dari cetakannya. Selanjutnya dikeringkan untuk mencegah pertumbuhan lanjutan.

Kap lampu berkelanjutan B-Wise siap untuk ditambahkan dengan berbagai bahan untuk lampu, seperti soket keramik, rangka kayu lapis aluminium hingga kabel penerangan.

Lampu gantung ini memperindah ruangan karena keunikannya. Foto: Yankodesign

Kegunaan Lain Tak Sekadar Lampu Berkelanjutan

Pemanfaatan miselium untuk bahan komersial pada kap lampu ini bukan pertama kalinya. Tetapi kemampuan pertumbuhan miselium selama lima minggu ini merupakan keunikan tersendiri.

Sebelumnya, Sebastian Cox dan Ninela Ivanova mengerjakan lampu gantung serupa yang lebih kecil. Untuk pengembangan desain yang tampak lebih tradisional memakan waktu antara 4-12 minggu untuk tumbuh.

Dengan kemampuannya yang unik untuk tumbuh, miselium terbukti menjadi bahan yang menarik untuk dimanfaatkan di masa mendatang.

Selain sebagai alternatif nabati yang bagus untuk kulit (mengingat teksturnya yang kenyal dan kasar), miselium bebas emisi dan dapat dikomposkan atau terurai secara hayati.

Bahkan melalui aplikasi yang menarik di luar mode seperti arsitektur, NASA mempertimbangkan menggunakan miselium untuk membuat rumah berkelanjutan di Mars.

Penulis : Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

Sumber : Yankodesign

Top

You cannot copy content of this page