Lampu Gantung dari 10.000 Pulpen Bekas

Reading time: 2 menit
Landolf Rhode-Barbarigos dari Universitas Miami dan Yann Santerre membangun struktur mirip lampu gantung dari pulpen BIC. Foto: AAU Anastas/inhabitat.com

Pulpen merk BIC ada di mana-mana dan dapat dikatakan sebagai salah satu simbol terbaik dari konsumerisme modern: efisien, terjangkau dan mudah dibuang. Pulpen ini seringkali menumpuk di tempat pembuangan saat fungsinya sudah tak terpakai lagi.

Satu tim desainer mengajukan protes mengenai hal tersebut dengan cara yang unik. Mereka membuat sebuah karya eksperimental yang dibuat dari 10.000 buah pulpen BIC bekas. Landolf Rhode-Barbarigos dari Universitas Miami dan Yann Santerre membangun struktur mirip lampu gantung dari pulpen BIC untuk simposium International Association for Shell and Spatial Structures di Amsterdam.

Foto: AAU Anastas/inhabitat.com

Foto: AAU Anastas/inhabitat.com

Karya seni ini berukuran 24 meter persegi dan semuanya tersusun dari pulpen BIC bekas berjenis Crystal Pen. Desainernya menggunakan dua algoritma dan perangkat lunak untuk membuat citra tiga dimensi dalam merancang geometri karyanya.

Ada tiga bagian utama karya ini, yaitu kabel gantung, bagian tengah yang tahan tekuk, dan bagian berbentuk punuk. Bagian luar karya ini merupakan rangkaian yang bekerja dalam gaya tarik sementara bagian tengah merupakan rangkaian yang bekerja dalam gaya tekan.

Karya ini dibuat dengan metode modul tetrahedron yang bebas lem. Setiap modul dibuat dari tiga buah BIC Cristal yang dihubungkan dengan penyambung di bagian atasnya dan plexiglass berbentuk segitiga di bagian bawah. Plexiglass ini dipotong oleh laser dan berfungsi seperti dasar piramida.

Foto: AAU Anastas/inhabitat.com

Foto: AAU Anastas/inhabitat.com

Ide dibalik lampu gantung yang tersusun dari BIC ini adalah untuk membuat elemen struktur dari sebuah benda yang dianggap tidak memiliki fungsi struktural. Kreatornya menjelaskan, “menggunakan aspek modern dalam proses desain seperti desain dengan bantuan komputer, teknik mesin dan fabrikasi, memungkinkan kami untuk mengubah fungsi pulpen BIC dengan cara yang unik. Kami menciptakan paradigma struktural yang bisa merefleksikan budaya kita dalam mendaur ulang, menggunakan kembali dan merubah bentuk yang berhubungan dengan IASS Structures,” pungkasnya.

Penulis: NW/G15

Top
You cannot copy content of this page