Google Akan Menjadi Perusahaan Nol Limbah Makanan

Reading time: 2 menit
Google punya komitmen baru untuk lingkungan dengan menghasilkan nol sampah makanan. Foto: Livekindly

Awal Maret 2022, raksasa perusahaan teknologi dunia, Google, telah mengumumkan komitmen terbaru mereka untuk lingkungan. Perusahaan teknologi multinasional tersebut menyatakan bahwa mereka akan mengurangi separuh limbah makanannya pada tahun 2025. Selain itu, mereka juga akan mengirim nol limbah makanan ke tempat pembuangan sampah akhir.

“Semua makanan yang terbuang begitu saja telah berdampak negatif pada planet ini. Limbah makanan telah menyumbangkan delapan persen dari jejak karbon dunia dan merupakan sumber emisi karbon terbesar dalam sistem pangan,” ujar Michel Bakker, Wakil Presiden dari Global Workplace Programs Google, dalam situs resmi blog Google.

Hingga saat ini, Google telah mempekerjakan lebih dari 150.000 pekerja di 56 negara di dunia. Itu berarti, perusahaan ini telah menyajikan ratusan ribu porsi makanan setiap harinya di negara-negara tersebut. Untuk mencegah terjadinya penumpukan limbah makanan, saat ini Google telah bekerja sama dengan para produsen dan pemasok untuk memanfaatkan kembali sayur dan buah yang tidak sempurna.

“Kami akan menggunakan sisa produk pertanian yang nyaris dibuang, seperti wortel cacat atau apel yang bernoda, untuk diolah kembali menjadi makanan. Selain itu, kami juga akan bekerja sama dengan produsen lokal yang membuat produk makanan dari bahan daur ulang,” ujar Michel.

Pantau Pergerakan Makanan, Google Gunakan Teknologi Leanpath

Upaya Google untuk mengurangi limbah makanan tak hanya mereka lakukan dengan cara menggunakan sisa produk pertanian dan membuat makanan dari bahan daur ulang. Dengan menggunakan teknologi Leanpath, mereka akan terus memantau pergerakan makanan di dapur dan kantin agar tidak terbuang sia-sia.

Data yang telah Leanpath kumpulkan akan Google gunakan untuk membuat perubahan pada cara persiapan, memasak dan menyajikan makanan di kantin. Upaya pemantauan ini telah mereka lakukan sejak tahun 2014 dan upaya tersebut telah membantu mengurangi 10 juta pon penumpukan limbah makanan dari dapur Google. Itu setara dengan menghilangkan 25.000 metrik ton karbon atmosfer atau menghilangkan 5.000 mobil dari jalanan selama setahun.

Untuk mencapai tujuan nol limbah makanan, Google berencana untuk menjadi lebih inovatif dalam mengembangkan teknologi baru dalam penciptaan menu makanan. Mereka akan memprioritaskan pilihan menu kreatif yang mengubah produk yang seharusnya terbuang menjadi makanan lezat.

Penulis: Anggi R. Firdhani

Sumber:

Blog Resmi Google

Livekindly

Top