Tangkis Hama Krisan, Target Inovasi Tiga Mahasiswa Manado

Reading time: 2 menit
Pembasmi Alami Hama Krisan
Tiga mahasiswa Universitas Sam Ratulangi Manado, Sulawesi Utara berinovasi mencari cara mengatasi hama pada bunga krisan. Foto: Shutterstock.

Artikel ini mengulik pengendalian hama dan penyakit pada tanaman hias. Lebih tepatnya, Greeners mengutip cara mengatasi hama pada bunga krisan yang diinisiasi oleh tiga mahasiswa Universitas Sam Ratulangi Manado, Sulawesi Utara (Unsrat).

Bahan Kimia Pembasmi Hama Rugikan Petani

Daerah Kakaskasen II, Kota Tomohon, Sulawesi Utara, merupakan salah satu daerah yang menjadi andalan bagi masyarakat sekitar. Daerah ini merupakan pusat penjualan tanaman hias di Sulawesi Utara. Namun, petani setempat khususnya krisan memiliki permasalahan terkait banyaknya hama yang menyerang bibit krisan. Bibit yang petani tanami seringkali mati karena penyakit layu. Salah satunya adalah karena kutu daun pada krisan. Kutu putih atau kutu dompolan menjadi hama yang menyerang krisan pada saat masa pertumbuhan.

Permasahalan hama ini semakin membesar lantaran penyebarannya yang sangat cepat karena petani belum memahami bahwa bibit yang telah terinfeksi kutu dapat menularkan kutunya pada tanaman. Selain kutu putih, hama lainnya yang menyerang tanaman krisan adalah hama Liriomyza sp., Thrips sp., kutu daun Aphis sp., dan tungau Tetranichus sp.

Akibatnya, petani krisan menjadi sangat merugi karena tingginya biaya pengendalian hama dengan bahan kimia. Tidak hanya itu, pestisida yang berlebihan juga berefek langsung pada keracunan bagi pengguna dan meninggalkan residu bagi tanaman dan lingkungan. Tiga mahasiswa Universitas Sam Ratulangi Manado, Sulawesi Utara (Unsrat), menemukan inovasi teknik pengendalian hama ramah lingkungan.

“Tujuan kegiatan ini akan dihasilkan petani-petani yang berpotensi untuk menjadi pelopor dalam pemanfaatan potensi Sumber Daya Alami (SDA) untuk pengendalian yang ramah lingkungan terhadap hama pada tanaman krisan,” ungkap ketiga mahasiswa Unsrat.

Hama dan Jenis Penyakit Tanaman Krisan:

1. Thrips

Serangan hama Thrips menimbulkan gejala pada pucuk dan tunas yang berubah menjadi warna keperakan atau kekuningan. Hama ini mengisap cairan tanaman hingga tanaman menjadi kerdil dan daun menggulung ke atas.

2. Lirimyza sp.

Serangan hama lainnya adalah hama Lirimyza sp, selain untuk makan hama ini juga meletakkan telurnya yang menyebabkan terlihat alur berliku seperti bekas kerokan dari larva. Pada populasi tertinggi liang kerokan berwarna putih dan menyebabkan daun berwarna kuning.

3. Agrotis ipsilon

Hama Agrotis ipsilon memakan daun sampai helai bunga menjadi rusak dan berwarna kecoklatan. Larva ini menyerang pada malah hari dengan cara menggigit ujung batang tanaman muda.

Baca juga: Wine Ramah Lingkungan dari California

Biopestisida dan Insektisida untuk Bunga Krisan

Teknik pengendalian hama pada tanaman krisan yang ramah lingkungan yakni dengan memanfaatkan musuh alami. Pengendalian ini memanfaatkan kumbang predator untuk mengendalikan Thrips sp dan kutu daun dan dapat juga memanfaatkan kepik predator seperti Orius tristicolor, Anthocoris, serta tungau. Sedangkan untuk mengatasi kutu putih dapat menggunakan kumbang.

Selain itu, para peneliti juga menilai untuk mengatasi hama, warga bisa melakukan teknik ektraksi tanaman yang mengandung racun untuk serangga, biopestisida. Beberapa tanaman yang bersifat biopestisida antara lain tanaman lantan, buah bitung, sereh, sirsak, dan lainnya.

“Sistem budidaya krisan yang benar diharapkan mampu meningkatkan hasil tanaman krisan. Mulai dari pengolahan tanah yang baik, pemilihan bibit yang bebas hama dan penyakit, dan pengamatan hama dan penyakit serta pemeliharaan atau konservasi musuh alami yang tersedia di lapangan,” ungkap mereka dalam “Teknik Pengendalian Hama yang Ramah Lingkungan pada Tanaman Krisan”.

Pengendalian lain juga dapat warga lakukan dengan menggunakan tanaman penghalang seperti jagung dan bunga taikoko. Selain itu pengendalian hama yang ramah lingkungan dapat juga menggunakan insektisida nabati. Beberapa tanaman insektisida nabati seperti buah lanta, daun pangi, sereh, kemangi, dan biji sirsak.

“Pengendalian hama ramah lingkungan pada tanaman krisan bermanfaat untuk menekan serangan hama di tanaman, meningkatkan peran musuh alami dan organisme berguna lainnya, menurunkan kerusakan lingkungan, dan meningkatkan produksi krisan,” ujar mereka.

Penulis: Mega Anisa

Editor: Ixora Devi

Top
You cannot copy content of this page