Taman Seni Instalasi Kreasikan Sampah Jadi Karya Seni

Reading time: 2 menit
Olayami Dabls mendirikan Dabls' African Bead Museum. Museum yang berlokasi di Detroit ini memamerkan karya seni yang semuanya dari material daur ulang. Foto: Lori Zimmer/inhabitat.com

Olayami Dabls adalah legenda lokal dari Detroit. Ia merupakan seniman yang biasa membuat seni instalasi yang masif dari limbah sampah. Bersama dengan kurator museum dan ahli sejarah, 14 tahun lalu dia mendirikan Dabls’ African Bead Museum. Sejak saat itu, karyanya berkembang dengan banyak instalasi yang semuanya terbuat dari material daur ulang hasil donasi masyarakat.

Seperti dilansir inhabitat.com, taman seni instalasi buatan Dabls berada di area terbuka dan dengan banyak karya yang tersebar. Semua karyanya bercerita tentang kolonialisme dan tekanan. Karya seni abstrak ini terbuat dari benda-benda seperti pecahan kaca, potongan logam, beton dan sampah sisa konstruksi serta material lain. Taman ini terbuka untuk umum dan bisa dikunjungi kapan saja.

Foto: Lori Zimmer/inhabitat.com

Foto: Lori Zimmer/inhabitat.com

Lokasi taman ini sebelumnya adalah tempat pembuangan sampah ilegal. Dabls melihat banyak potensi yang bisa digunakan dari ruang yang tidak digunakan ini dan memutuskan untuk membuat sebuah seni instalasi.

Ia mendedikasikan karyanya untuk sejarah orang Afrika-Amerika. Menggunakan material sumbangan masyarakat atau sampah yang dibuang orang, dia mulai membangun taman instalasi terbuka yang secara bersamaan membentuk sebuah cerita, sebuah metafora terhadap sejarah sosial politik dari masyarakat Afrika-Amerika.

Foto: Lori Zimmer/inhabitat.com

Foto: Lori Zimmer/inhabitat.com

Sebuah karya berjudul “Iron Teaching Rocks How to Rust” adalah sebuah penanda yang tidak diinginkan terhadap ras dan perampasan budaya. Lewat blok semen, potongan logam, lemari tua, pecahan kaca dan kayu bekas, Dabls menggambarkan sebuah metafora terhadap sebuah kelompok sosial yang mencoba untuk memaksakan kepercayaan dalam sebuah budaya terhadap budaya lain.

Narasinya mungkin terdengar cukup berat, namun cara Olayami bercerita dan dengan penggunaan barang bekas pada karyanya, membuat cerita gejolak ras selama puluhan tahun menjadi lebih mudah dicerna pengunjung. Kebenaran yang keras, ditampilkan dalam penggunaan kembali material bekas, menjadi cerita tentang janji dan kelahiran kembali. Dabls mempersilakan setiap orang untuk mampir, mendengarkan sebuah cerita dan menikmati instalasinya yang unik.

Penulis: NW/G15

Top
You cannot copy content of this page