Acil Bimbo Pertahankan Nilai Budaya Lewat Gerakan Jaga Lembur

Reading time: 3 menit
Acil Bimbo menggaungkan cinta budaya melalui gerakan Jaga Lembur. Foto: Stanly Pondaag
Acil Bimbo menggaungkan cinta budaya melalui gerakan Jaga Lembur. Foto: Stanly Pondaag

Jakarta (Greeners) – Kebudayaan nusantara sebagai identitas Indonesia penting untuk dipertahankan. Untuk mempertahankannya, Raden Darmawan Dajat Hardjakusumah yang dikenal Acil Bimbo terus menggaungkan cinta budaya melalui gerakan Jaga Lembur.

Personil grup musik asal Bandung ini terus menjunjung tinggi nilai budaya sunda. Oleh sebab itu, Acil menggagas Jaga Lembur untuk mendorong masyarakat lebih baik dari aspek budaya, lingkungan, hingga sosial.

Ini adalah gerakan sosial budaya kekinian di desa. Kami juga punya permasalahan yang harus dipecahkan dan dari inilah bisa bermanfaat untuk masyarakat di desa,” ungkap Acil saat ditemui Greeners di Bandung, Minggu (20/8). 

Menurutnya, kini ada banyak tantangan dalam mempertahankan sebuah nilai budaya yang sudah memudar. Oleh karena itu, perlu ada gerakan sosial budaya di lingkup desa.

BACA JUGA: Abdikan Diri agar Rammang-Rammang dan Kamboti Tetap Lestari

Selain itu, para relawan juga akan membantu membangun silaturahmi antara warga desa. Sebab, silaturahmi menjadi sesuatu yang paling penting. Melalui gerakan ini, Acil berharap desa bisa maju lebih baik lagi. Ada banyak potensi desa yang perlu diangkat, seperti kesenian hingga kreativitas.

Warga desa di wilayah Jawa Barat saat ini sudah merasakan dampak positif dari gerakan Jaga Lembur. Misalnya, Ibu PKK di salah satu desa, kini telah aktif dalam menanam tanaman pangan. Mereka memanfaatkan hasil panen untuk konsumsi sehari-hari hingga menjualnya ke luar daerah.

Miliki Perhatian pada Isu Sosial

Acil Bimbo yang kerap disebut sebagai pemerhati budaya ini memiliki latar belakang yang tidak terlepas dari isu sosial. Ia juga menciptakan beberapa lirik lagu yang sarat dengan isu-isu sosial. Inspirasi lagu bersumber dari berita-berita yang dibacanya.

“Bukan kami ingin ikut campur masalah yang ada di luar, tapi kalau ketinggalan berita, ya, kayak ketinggalan. Ini kebawa akhirnya ke lagu, hal-hal yang bagus bisa diangkat ke lagu,” ucap Acil. 

Memiliki seorang ayah berprofesi wartawan telah mendorong Acil untuk melek terhadap informasi terkini. Bahkan, pada masa itu keluarga Acil rutin berlangganan koran supaya bisa mendapatkan asupan informasi.

Acil Khawatir Nilai Budaya Hilang

Pria kelahiran 1943 ini memiliki kekhawatiran yang tinggi akan kehilangan nilai budaya akibat teknologi yang semakin canggih. Kemajuan teknologi dan budaya luar yang masuk dalam kehidupan masyarakat tanpa sortir menjadi penyebabnya.

“Kekhawatiran itu karena saya hari ini melihat bagaimana meningkatnya kemajuan teknologi dari luar. Termasuk juga budaya-budaya luar (yang masuk) tanpa ada sortir, tanpa ada filter, ini yang memanfaatkan itu benar-benar menyeluruh di masyarakat,” tambah Acil. 

cil Bimbo menggaungkan cinta budaya melalui gerakan Jaga Lembur. Foto: Stanly Pondaag

Acil Bimbo menggaungkan cinta budaya melalui gerakan Jaga Lembur. Foto: Stanly Pondaag

Menurut Acil, seharusnya masyarakat memperkuat budaya lokal saat ada banyak budaya luar yang masuk. Saat ini, yang terjadi adalah masyarakat–termasuk anak-anak kecil–lebih mudah mengenali budaya luar. Mirisnya, tidak sedikit dari mereka yang tidak mengenali budaya sendiri.

“Yang dari luar begitu gampang masuk, tapi yang dari dalam seperti terkesan cuek,” ujarnya.

Pria berusia 80 tahun melihat suku Sunda memiliki kekuatan pada budaya dan seni. Menurutnya, konsep budaya saat ini begitu penting untuk kemajuan ke depan. Hal ini juga harus seirama dengan perubahan dari budaya-budaya luar.

BACA JUGA: Ali Rahmat, Hasilkan Biochar untuk Pulihkan Air yang Tercemar

Generasi Muda Perlu Buat Forum Budaya

Generasi muda sebagai pionir bangsa yang akan melanjutkan warisan budaya perlu mengadakan forum atau dialog soal budaya. Perkumpulan dalam forum ini dapat menjadi wadah untuk membahas budaya Indonesia.

Tak sekadar itu, para pemuda pun harus menggali tentang lahirnya konsep budaya nasional maupun budaya daerah dengan suasana forum yang kekinian.

Saya kira yang paling penting itu ada forum. Sebuah isu yang hangat pun kita perlu adakan dialog,” ujar Acil. 

Acil melanjutkan, sebuah kreativitas yang digagas oleh anak muda juga menjadi hal penting. Baiknya, mereka bisa kompak untuk berkomitmen dan melakukan aktivitas bersama dalam menggagas sebuah kreativitas yang memperlihatkan kembali budaya Indonesia. Sebab, hal ini bisa memantik kecerdasan dan ide-ide yang cemerlang. 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

Top