Sosok & Komunitas
Hal sekecil apapun akan berdampak besar jika di lakukan oleh banyak orang. Sea Soldier bukan hanya sekadar “tentara laut”. Mereka berkomitmen dan melakukan aksi nyata dalam menyebar virus ramah lingkungan.
Penampilan Yeni, pendiri Bank Sampah My Darling, terlihat unik. Gelang, kalung dan anting yang ia kenakan terbuat dari kemasan plastik bekas. Ia pun tak segan mengajari orang lain untuk berkreasi menggunakan aneka sampah plastik.
Leonard Simanjuntak menerima tampuk kepemimpinan Greenpeace Indonesia pada awal September 2016 lalu. Ia bertekad membawa isu lingkungan lebih “membumi”.
Pegasus, penggemar sepeda untuk sehat. Sesuai namanya, tujuan dibentuknya Pegasus memang agar para anggotanya tetap membudayakan hidup sehat dengan bersepeda.
71 tahun sudah Indonesia merdeka, namun bagi Nur Hidayati masih ada yang belum merdeka. Perempuan yang kini mengemban tugas sebagai Direktur Eksekutif Nasional Walhi ini menilai Indonesia belum merdeka dari tata kelola lingkungan yang buruk.
Zaini Alif mendirikan komunitas HONG sebagai wahana untuk mengenalkan dan melestarikan permainan tradisional kepada masyarakat yang lebih luas. Zaini menekankan dengan berinteraksi langsung dengan alam akan tumbuh rasa sayang dan memiliki kepada alam tempatnya bermain.
David Sutasurya dan komunitas Yayasan Pengembangan Biosains dan Bioteknologi (YPBB) mencoba mengubah sistem ekonomi yang berdasar pada eksploitasi alam yang berlebih.
Nisa Wargadipura bersama dengan suaminya, Ibang Lukmanurdin, mendirikan Pesantren Ath Thaariq. Pesantren yang didirikan pada 2008 lalu itu menjadi laboratorium biologi dan pertanian para santri, selain juga sebagai tempat mempelajari agama Islam.
Meski baru berumur dua tahun, bagi komunitas Jalagayatri jumlah anggota bukanlah suatu hambatan untuk terus berkegiatan mengedukasi sampah pada masyarakat.
Orang yang biasa berhadapan dengan korporasi tambang dan aparatur negara saat melakukan advokasi, biasanya dibenak tergambar sebagai sosok yang kaku. Namun, gambaran ini sangat berbeda dengan Siti Maimunah, aktivis LSM Jatam.
Mereka yang tergabung dalam Animal Defenders punya satu kesamaan, niat tulus untuk menyelamatkan hewan terlantar. Kembalinya kehidupan normal hewan terlantar bagi mereka merupakan hal yang tidak ternilai.
Komunitas Terangi 48 dibentuk untuk mewadahi anak-anak muda yang peduli akan permasalahan terumbu karang di Indonesia.
Sempat tinggal di Malaysia, Alain Compost baru menemukan tantangan di hutan Indonesia. Ia pun tidak sekadar menjadi fotografer hidupan alam liar, namun juga terlibat dalam kegiatan konservasi.










































