DLH Kota Batu Berencana Wujudkan Kampung Bebas Sampah

Reading time: 2 menit
DLH Kota Batu berencana mewujudkan kampung bebas sampah. Foto: Ecoton
DLH Kota Batu berencana mewujudkan kampung bebas sampah. Foto: Ecoton

Jakarta (Greeners) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu melakukan studi untuk mereplikasi pengelolaan sampah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Gresik. DLH Kota Batu berencana mengadopsi praktik pengelolaan sampah kawasan seperti kampung bebas sampah Siba Klasik di Gresik.

Kampung Siba Klasik di Gresik merupakan salah satu kampung zero waste atau kampung yang bebas dari sampah. Kampung ini telah menerapkan pengelolaan sampah dari skala RT. Misalnya, pemilahan dari skala rumah tangga, menyediakan warung guna ulang, dan membentuk kader lingkungan.

Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan dan Pengelolaan Limbah B3, DLH Kota Batu, Vardian Budi Santoso mengatakan pihaknya ingin mengadopsi sistem pengelolaan sampah skala kawasan di Kota Batu. Pengelolaan itu DLH akan mereka terapkan menjadi kampung zero waste seperti di kampung Siba Klasik.

BACA JUGA: Peringati HPSN, Kampung Siba Klasik di Gresik Buka Toko Refill

“Terutama, kami ingin belajar untuk membentuk tim penyuluh yang terdiri dari kader lingkungan, akademisi, praktisi, dan pemerintah supaya membangun kesadaran masyarakat, mengajak kolaborasi semua lini untuk Kota Batu bebas sampah,” ungkap Vardian di Gresik, Selasa (28/5).

Menurutnya, studi tiru dan kerja sama ini tidak hanya bermanfaat bagi Kota Batu, melainkan juga memperkuat hubungan antardaerah dalam upaya bersama menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

“Dengan sinergi ini, kami berharap terciptanya kesadaran kolektif dan tindakan nyata dalam pengelolaan sampah berkelanjutan,” tambahnya.

DLH Kota Batu berencana mewujudkan kampung bebas sampah. Foto: Ecoton

DLH Kota Batu berencana mewujudkan kampung bebas sampah. Foto: Ecoton

Pemkab Gresik Sambut Baik Kerja Sama

Pemkab Gresik menyambut baik kedatangan DLH Kota Batu. Kepala Seksi pengelolaan persampahan Bidang Pengelolaan Kebersihan DLH Kabupaten Gresik, Umaya mendukung penuh upaya implementasi kampung bebas sampah.

“Kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen untuk mewujudkan Kota Batu yang bebas sampah. Kami berharap dengan belajar dari pengalaman dan praktik terbaik yang sudah kampung Siba dan DLH Kabupaten Gresik terapkan, kami dapat membantu memperkuat sistem pengelolaan sampah di Kota Batu,” ujarnya.

BACA JUGA: Praktik Guna Ulang Solusi Kurangi Sampah Plastik dan Krisis Iklim

Dalam rangkaian kegiatan ini, para peserta juga diajak mengunjungi toko refill di kampung Siba. Toko ini sebagai alternatif untuk membiasakan masyarakat dalam mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Selain itu, kader lingkungan Kota Batu tertarik untuk belajar lebih dalam terkait manajamen dan inisiasi untuk replikasi di daerahnya.

Pentingnya Local Hero untuk Jaga Lingkungan

Sementara itu, ketua RT 2 RW 5 Kampung Siba Klasik, Saefudin menyampaikan pengelolaan sampah kawasan ini membutuhkan local hero. Menurut Saefudin, local hero merupakan sosok yang peduli dan mau berperan aktif dalam menjaga lingkungan.

“Demi menjadikan kampung bebas sampah harus memunculkan local hero di setiap desa. Dengan demikian, harapannya di Kota Batu juga seperti itu,” ungkapnya.

Selanjutnya, untuk membiasakan masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah skala kawasan, Saefudin tidak segan untuk memberikan sanksi bagi warga yang tidak mau memilah dan mengelola sampahnya. Sanksi itu akan ia berikan dengan cara tidak melayani administrasi desa di tingkat RT.

Di samping itu, Koordinator Zero Waste Cities Ecoton Foundation, Tonis Afrianto menegaskan zero waste atau bebas sampah itu adalah cara konsumsi, penggunaan kembali, dan pemulihan semua produk tanpa menghasilkan polusi yang mengancam lingkungan dan kesehatan manusia.

“Jadi, untuk pengelolaan sampah seperti dengan cara membakar atau daur ulang yang menghasilkan polusi itu bukan zero waste,” ungkap Tonis.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

Top