OM PMR Rilis Album “Orkeslah Kalau Begitar” di Pasar

Reading time: 1 menit
Orkes Moral Pengantar Minum Racun (OM PMR) rilis album baru "Orkeslah Kalau Begitar" di Pasar Santa, Jakarta, (12/06). Foto: greeners.co/Gloria Safira

Jakarta (Greeners) – Rasa rindu bagi pecinta musik era 80-an akan terobati tahun ini. Orkes Moral Pengantar Minum Racun (OM PMR) kembali mengeluarkan album setelah lama vakum di blantika musik Indonesia. Album baru berjudul “Orkeslah Kalau Begitar” ini mengcover tiga lagu dari band Naif, Seringai dan Efek Rumah Kaca.

OM PMR memang terkenal dengan lagu-lagunya yang jenaka dan gampang diingat oleh masyarakat. Agar dapat diterima di kalangan muda, OM PMR tidak menutup mata untuk mengikuti apa yang diinginkan oleh pasar. Meski menyanyikan ulang beberapa lagu dari band indie, OM PMR pun tetap menciptakan sebuah lagu dengan judul “Time Is Money”.

“Lagu ini merupakan bentuk sindiran. Anak-anak khawatir dengan kondisi terkini, kita jangan sampai ikut arus, atau lawan arus namun harus diatas arus. Kita menginspirasikan untuk maju terus dengan cara yang halal,” ujar Budi, gitaris OM PMR saat melakukan konferensi pers di Pasar Santa, Jakarta (12/6).

Pada album ini, grup orkes yang sudah terbentuk dari tahun 1977 ini pun mengambil lokasi di daerah pasar. Bukan hanya karena besar di pasar, namun menurut mereka semua kegiatan berpusat di pasar. “Karena kami besar di pasar, meeting di pasar, apa-apa dipasar, segala sesuatu kita dipasar. Kita emang seneng dipasar,” lanjutnya.

Dengan ciri khas lawak mereka, mereka mengatakan perihal promosi album baru tidak perlu repot. Menurut mereka ada cara termudah untuk membuat album OM PMR laku di masyarakat.

“Tiap hari, kita titipin aja album kita ke tukang jamu, tukang sayur kan laris nantinya,” ujar OM PMR diiringi gelak tawa.

Grup orkes yang terdiri dari Budi Padukone (gitar), Harry “Muke Kapur” (gendang), Imma Maranaan (bas), Yuri Mahippal (mandolin), Adjie Cetti Bahadur Syah (perkusi), dan Jhonny Iskandar (vokalis) ini pun meyakinkan bahwa mereka tidak akan gantung gitar terlebih dengan kembalinya mereka ke tengah dunia hiburan. Meski menginjak usia tua, namun mereka akan berjiwa tetap muda.

Penulis: Gloria Safira

Top
You cannot copy content of this page