Pembangunan IKN Diawali dengan Rehabilitasi Lahan

Reading time: 2 menit
Presiden Joko Widodo meninjau lokasi Persemaian Mentawir bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Foto: KLHK

Jakarta (Greeners) – Presiden Joko Widodo menegaskan, bahwa pemerintah berkomitmen untuk mengawali pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan merehabilitasi hutan yang ada.

Pernyataan tersebut, Presiden sampaikan usai meninjau Persemaian Mentawir yang terletak di di Desa Mentawir, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, Senin (14/3). Presiden yang tiba di lokasi sekitar pukul 17.15 WITA berkeliling untuk melihat sejumlah fasilitas dan bibit pohon yang ada di lokasi persemaian.

“Inilah yang sudah sering saya sampaikan bahwa pembangunan IKN akan kita awali dengan merehabilitasi hutan-hutan yang ada. Agar area-area di IKN dan sekitarnya kembali pada fungsi semula. Yaitu sebagai hutan tropis dan bukan hutan monokultur yang homogen,” kata Presiden Jokowi dalam keterangan tertulis KLHK, Selasa (15/3).

Persemaian Mentawir dalam 6-7 bulan ke depan harapannya akan dapat memproduksi 15-20 juta bibit pohon. Jenisnya terdiri dari kayu nyatoh, meranti, kapur, gaharu, hingga jambu-jambuan. Dengan penanaman pohon-pohon tersebut, harapannya akan menarik satwa dan burung-burung untuk masuk ke habitatnya di IKN.

“Saya kira semangat awal kita adalah seperti ini. Kita harapkan dengan penanaman kembali habitat yang ada akan kembali seperti semula dan suasana di IKN Nusantara nanti betul-betul seperti konsep yang sudah kita rencanakan yaitu kota hutan,” jelasnya.

Jutaan Pohon akan Ditanam di Lahan Kritis IKN

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengungkapkan, KLHK tengah membangun Persemaian Mentawir di dekat kawasan inti IKN seluas 120 hektare (ha). Luas area persemaian dan bangunan sendiri mencapai 32,5 ha.

Persemaian ini menggunakan konsep Kerja Sama antara Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Kerja sama ini gabungan antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian PUPR dan swasta. Targetnya dapat memproduksi bibit 15-20 juta per tahun. Nantinya jutaan bibit yang Persemaian Mentawir hasilkan akan dibawa ke IKN untuk kemudian akan ditanam di lahan-lahan kritis.

“Bapak Presiden meminta dari 256.000 ha areal seluruh daerah otorita IKN, 70 % adalah tutupan alam dan pepohonan. Sekarang baru ada 42 % sehingga harus ditambahkan 28 % lagi untuk bisa hijau semuanya,” kata Menteri Siti.

Perkiraannya lanjut Siti, untuk tercapai 70 % atau sekitar 80.000 ha. Akan selesai tertanam dalam waktu 2-3 tahun dan akan kelihatan hasilnya dalam 4-5 tahun. Sehingga konsep IKN sebagai green city akan betul-betul terlihat.

Turut mendampingi Presiden saat meninjau Persemaian Mentawir antara lain, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. Lalu Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono.

Selain itu ada pula Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor, Kepala Otorita IKN Bambang Susantono, dan Wakil Kepala Otorita IKN Dhony Rahajo.

Penulis : Ari Rikin

Editor : Ari Rikin

Top
You cannot copy content of this page