Periset BRIN Ubah Limbah Sawit Jadi Minyak Biomassa

Reading time: 2 menit
Periset BRIN mengubah limbah sawit jadi minyak biomassa. Foto: BRIN
Periset BRIN mengubah limbah sawit jadi minyak biomassa. Foto: BRIN

Jakarta (Greeners) – Indonesia merupakan salah satu produsen kelapa sawit terbesar di dunia. Melihat potensi tersebut, tim periset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memanfaatkan teknologi pirolisis untuk mengkonversi limbah tandan kosong kelapa sawit menjadi produk bernilai tambah, yakni minyak biomassa.

Ketua dari tim riset pirolisis minyak biomassa dari Pusat Riset Kimia Molekuler BRIN, Dieni Mansur, menjelaskan bahwa pemanfaatan limbah biomassa menjadi energi dan bahan kimia berbasis hayati merupakan salah satu langkah penting. Khususnya, untuk mengurangi ketergantungan energi nasional terhadap bahan bakar fosil.

“Minyak pirolisis digunakan untuk mendukung diversifikasi bahan bakar di Indonesia. Di sisi lain, tandan kosong kelapa sawit merupakan limbah yang jumlahnya sangat besar sehingga perlu ditanggulangi secara optimal,” ujar Dieni melansir Berita BRIN, Senin (29/6).

Dieni menjelaskan bahwa proses pirolisis dapat dilakukan melalui metode pemanasan lambat, cepat, maupun sangat cepat. Fasilitas reaktor yang dimiliki BRIN saat ini memungkinkan pengolahan tandan kosong kelapa sawit melalui pirolisis lambat dengan waktu proses sekitar dua hingga empat jam.

Hasilkan Tiga Produk Utama

Teknologi ini menghasilkan tiga produk utama, yaitu asap cair, minyak biomassa (bio-oil), dan arang hayati (bio-char). Produk asap cair juga memiliki berbagai potensi aplikasi.

Asap cair dapat diformulasikan sebagai pelapis alami untuk memperpanjang masa simpan buah-buahan. Bahkan, berpotensi diformulasikan menjadi material berbentuk film untuk membantu penyembuhan luka pada rongga mulut.

Sementara itu, minyak biomassa dan asap cair hasil pirolisis tandan kosong kelapa sawit mengandung berbagai senyawa organik. Di antaranya fenol, asam asetat, keton, dan metanol yang banyak dimanfaatkan dalam industri kimia.

Menurut Dieni, saat ini minyak biomassa dari tandan kosong kelapa sawit dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar boiler industri. Meskipun belum dapat digunakan secara langsung sebagai bahan bakar tunggal kendaraan bermotor, minyak biomassa mengandung senyawa kimia yang berpotensi sebagai aditif untuk bahan bakar cair seperti bensin.

“Potensi tersebut membuka peluang pemanfaatan limbah sawit sebagai sumber energi alternatif dan bahan kimia berbasis hayati yang lebih berkelanjutan,” tambahnya.

Menurut Dieni, hasil penelitian ini penting. Sebab, telah menawarkan solusi terhadap dua tantangan sekaligus, yakni pengelolaan limbah pertanian dan penyediaan sumber energi terbarukan.

Dengan mengubah limbah menjadi produk yang bernilai ekonomi, pendekatan ini mendukung penerapan ekonomi sirkular yang mendorong pemanfaatan sumber daya secara lebih efisien dan berkelanjutan.

Ke depannya, para periset berharap pirolisis tandan kosong kelapa sawit dapat membantu mengatasi permasalahan limbah sawit. Hal ini sekaligus menjadi salah satu alternatif diversifikasi energi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

Top