Jakarta (Greeners) – Kegiatan edukasi lingkungan kini mulai masuk ke ruang belajar para santri di pesantren. Salah satunya berlangsung di Pondok Pesantren Jalaluddin Ar-Rumi, Jember, Jawa Timur, yang diikuti sekitar 300 santri.
Edukasi tersebut diselenggarakan oleh Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton). Para santri tidak hanya memperoleh pengetahuan melalui materi di kelas, tetapi juga mengikuti praktik langsung sebagai bagian dari pembelajaran. Salah satu praktik yang diberikan adalah pembuatan eco enzyme.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran santri terhadap krisis lingkungan sekaligus membekali mereka dengan keterampilan mengelola sampah secara berkelanjutan.
Peneliti Ecoton, Sofi Azilan Aini memaparkan materi mengenai bahaya deforestasi dan ancaman mikroplastik terhadap lingkungan serta kesehatan manusia kepada para santri.
“Kerusakan hutan dan pencemaran plastik menjadi dua persoalan lingkungan yang saling berkaitan dan membutuhkan kepedulian semua pihak, termasuk generasi muda di lingkungan pesantren,” kata Sofi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (30/6).
Membuat Eco Enzyme
Sementara itu, praktisi zero waste Ecoton Tonis Afrianto menyampaikan berbagai solusi pengelolaan sampah yang dapat diterapkan di lingkungan pondok pesantren.
Tonis mengedukasi para santri tentang pentingnya pemilahan sampah dari sumber, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, dan pengolahan sampah organik. Ia juga mengedukasi pentingnya membangun budaya minim sampah (zero waste) sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari para santri.
Selain itu, ia juga mengajarkan para santri membuat eco enzyme. Dalam praktik tersebut, peserta belajar mengolah limbah organik dapur menggunakan perbandingan bahan yang tepat.
“Eco enzyme dapat dimanfaatkan sebagai cairan pembersih alami, pupuk cair, maupun pendukung pengelolaan sampah organik di lingkungan pesantren,” kata Tonis.
Melalui kegiatan ini, Pondok Pesantren Jalaluddin Ar-Rumi berharap para santri tidak hanya memahami isu lingkungan secara teori, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan dengan menerapkan perilaku ramah lingkungan di pesantren, keluarga, dan masyarakat.
Salah satu santri, Masruro mengungkapkan rasa senang karena dirinya bisa mengetahui cara membuat eco enzyme dan pupuk kompos organik.
“Saya dan teman-teman akan pilah sampah dan buat pupuk kompos di pondok pesantren Jalaludin Arumi setelah ini,” kata Masruro.
Penulis: Dini Jembar Wardani
Editor: Indiana Malia








































